LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Penelitian: Risiko tidak olahraga sama dengan merokok dan diabetes

Penelitian: Risiko tidak olahraga sama dengan merokok dan diabetes. Olahraga bisa menghindarkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Juga meningkatkan harapan hidup hingga usia senja. Terutama olahraga yang bersifat aerob.

2018-10-27 06:02:00
Olahraga
Advertisement

Barangkali sudah banyak yang memahami kalau tidak berolahraga bisa meningkatkan kemungkinan terserang penyakit atau penuaan dini. Menyepelekan pentingnya olahraga memang bisa berbahaya bagi kesehatan. Tetapi sepertinya tidak banyak yang tahu kalau risiko kesehatan dari menghindari olahraga sama berbahayanya dengan merokok.

Mengutip USA Today (25/10), sebuah penelitian di Cleveland Clinic mempelajari lebih dari 122 ribu pasien yang berpartisipasi dalam pengujian treadmill antara 1991 dan 2014.

Penelitian tersebut menunjukkan kesehatan kardiorespirasi yang lebih baik berkaitan erat dengan umur yang lebih panjang. Sementara, kebugaran aerobik ekstrem memberikan manfaat terbesar. Terutama bagi orang berusia lebih dari 70 tahun dan penderita hipertensi.

Advertisement

Ilustrasi olahraga ©2018 Merdeka.com/Pexels


Studi ini juga mengatakan, risiko yang ditimbulkan dengan tidak olahraga sama atau lebih tinggi daripada merokok atau diabetes.

Advertisement

"Kebugaran aerobik adalah sesuatu yang dapat dikontrol oleh sebagian besar pasien," kata ahli jantung Dr. Wael Jaber dari Cleveland Clinic. Mereka juga menemukan, dalam berolahraga tidak ada batasan seberapa banyak latihan yang harus dilakukan.

Penelitian tersebut diterbitkan pada 19 Oktober di Journal of American Medical Association Network Open.

Sekalipun banyak penelitian yang mendukung tentang pentingnya berolahraga, namun banyak masyarakat dunia yang tidak melakukan kegiatan fisik yang mencukupi.

Bulan lalu, World Health Organization (WHO) menemukan bahwa 1,4 miliar penduduk dunia tidak aktif secara fisik. Ini menempatkan mereka pada risiko penyakit seperti diabetes.

ilustrasi diabetes ©www.huffingtonpost.com


Penelitian dari Institute for Exercise and Environmental Medicine di Texas Health Presbyterian Hospital dan University of Texas Southwestern Medical Center, AS menemukan, olahraga dua sampai tiga hari seminggu dapat meminimalkan kekakuan pada arteri berukuran sedang.

Nah, ternyata olahraga memang benar-benar penting untuk kesehatan. Ada baiknya jika kebiasaan baik ini dimulai segera. Tak perlu olahraga berat untuk memulainya. Jalan kaki dengan kecepatan tinggi saja sebenarnya sudah bisa menjadi awal yang baik.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ini alasan sehat untuk membuka jendela kamar di pagi hari
Rahasia tubuh ramping ala Constance Wu, aktris Crazy Rich Asians
7 Trik agar semangat berolahraga tak kunjung kendor
Penelitian: Tidur 20 menit lebih lama bisa bikin badan cepat kurus
6 Aktivitas sehat yang aman dilakukan meskipun perut masih kosong

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.