LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Penelitian baru: Belatung untuk penyembuhan luka?

Hewan melata berwarna putih yang terlihat menjijikkan ini ternyata digunakan dokter dalam pengobatan luka yang terbuka.

2012-04-22 11:32:00
sehat
Advertisement

Bagaimana yang ada di pikiran Anda jika melihat makhluk-makhluk kecil dan menjijikkan ini di atas luka yang terbuka? Pasti Anda mengira ini salah satu adegan dalam film horor. Padahal kenyataannya, beberapa dokter bisa menggunakan belatung untuk menyembuhkan luka yang sulit sembuh.Bahkan saat ini, sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Archives of Dermatology menyarankan agar dokter menggunakan belatung sebagai ganti pisau bedah dalam beberapa kasus luka.

Saat luka sulit disembuhkan, maka jaringan mati dan rusak perlu dibuang. Proses ini disebut debridement. Biasanya debridement dilakukan dengan cara menggores luka menggunakan pisau bedah. Namun dalam penelitian ini, waktu pembersihan menggunakan pisau bedah rupanya dua kali lebih lama dengan pembersihan luka dengan menggunakan belatung.

Belatung pada dasarnya dalah bentuk larva dari lalat yang berbentuk putih dan menyerupai ulat. Ketika dilepaskan pada luka yang membuka, belatung akan memakan jaringan mati dan membuangnya.

Cara pembersihan luka dengan menggunakan belatung ini sebenarnya telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Namun penggunaannya bari dikerjakan akhir-akhir ni, da masih dalam proses pengembangan. Di Amerika, FDA menyetujui untuk menggunakan belatung dalam perawatan luka pada tahun 2004.

Advertisement

Dalam penelitian baru, Dr Kristina Opletalova mempelajari penggunaan belatung pada 100 pasien yang memiliki luka terbuka pada kaki mereka. Setengah dari jumlah pasien menggunakan 80 belatung untuk membersihkan luka mereka, sementara pasien lainnya menggunakan perban standar, dengan penyembuhan menggunakan pisau bedah oleh dokter sebanyak tiga kali seminggu.

Setelah satu minggu diketahui bahwa jumlah jaringan yang mati dan rusak pada pasien yang diobati dengan belatung telah berkurang secara signifikan dibandingkan dengan pasien yang menggunakan pengobatan standar. Dr Robin Ashinoff menganggap temuan ini merupakan temuan penting yang dapat menawarkan cara baru dalam penyembuhan luka.

"Ini adalah metode yang aman dan cepat untuk penyembuhan luka," katanya seperti dilansir oleh ABC News.

Advertisement

Walaupun begitu, tidak semua ahli yakin dengan perawatan menggunakan belatung ini. Salah satunya adalah Dr Ali Hendi, asisten profesor dermatologis klinis di Georgetown University Medical Center di Washington DC. Dia berpendapat bahwa belatung tidak cocok unutk luka yang sulit, dan masih meragukan kecepatan penyembuhan menggunakan belatung.

Namun belatung juga menawarkan hal lain dalam penyembuhan luka luar. Para pasien yang melakukan perawatan menggunakan belatung jarang merasa sakit. Mereka hanya merasakan sensasi 'merangkak' di atas kulit mereka.

"Belatung tidak menyakitkan," kata Ashinoff. "Jadi ini adalah manfaat yang besar, karena seringkali pasien merasa sakit dan takut saat melakukan perawatan."

Menurut Ashinoff, penggunaan belatung tak hanya menghemat waktu tetapi juga biaya. Hanya diperlukan 10 menit perawatan dua kali seminggu daripada 40 menit tiga kali seminggu dengan pisau bedah. Biaya keseluruhan dalam skala besar bisa lebih murah daripada jika dilakukan dengan operasi atau pisau bedah.

(mdk/kun)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.