Mikrosefali, efek buruk dari virus zika
Mikrosefali, kondisi bayi cacat lahir yang dikaitkan dengan virus zika. Ungkap di sini!
Mikrosefali adalah kondisi medis di mana lingkar kepala bayi (anak) lebih kecil dari ukuran normal. Kondisi ini disebabkan oleh otak yang tidak berkembang dengan sempurna atau bahkan berhenti berkembang.Mikrosefali menyebabkan beberapa masalah fisik dan mental yang serius seperti:
- mengalami keterbelakangan mental
- mengalami keterlambatan bicara
- mengalami keterlambatan perkembangan motorik
- hiperaktif
- kejang
- gangguan keseimbangan dan koordinasi
Mikrosefali disebabkan oleh kelainan genetik seperti kelainan kromosom atau eksposur ibu (misalnya sperti alkohol, merkuri, atau radiasi) selama kehamilan. Selain itu, mikrosefali baru-baru ini dikaitkan dengan virus zika. Kasus di Brazil, saat ribuan orang terinfeksi virus zika, kasus mikrosefali juga meningkat secara eksponensial.
Seperti yang dilansir melalui health.govt.nz, pada tahun 2013 tercatat ada 167 kasus dan 2014 terdapat 147 kasus mikrosefali. Pada tahun 2015 terdapat 35 bayi yang mengalami mikrosefali selama kasus wabah virus zika menghangat.
Beberapa kelainan yang ditemukan seperti intrakranial, ventrikulomegali, dan gangguan migrasi neuronal (lissencephaly dan pachygyria). Kelainan yang terjadi adalah kontraktur bawaan dan kaki pengkor.
Temuan pentingnya adalah, hasil laboratorium menunjukkan bahwa baik ibu maupun bayi dengan mikrosefali dikonfirmasi terserang virus zika. Bagaimanapun 75% dari para ibu tersebut menunjukkan gejala yang konsisten dari virus zika.
Baca juga:
Ibu hamil wajib tahu, ini bahaya virus zika bagi janin
Mulai mengintai, ketahui 7 fakta tentang virus zika
Lima hal penting tentang zika, virus berbahaya bagi ibu hamil
Ahok minta warga DKI waspadai virus zika