MERS telah menyerang Italia
Italia melaporkan kasus virus MERS pertama pada hari Jumat lalu (31/5).
Italia melaporkan kasus virus MERS pertama pada hari Jumat lalu (31/5), yang dialami pria 45 tahun setelah melakukan perjalanan ke Yordania.
Pasien dalam kondisi baik dan sedang dipantau dalam karantina, sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Italia dalam sebuah pernyataannya. Dia kini dirawat di sebuah rumah sakit di Tuscany, dengan gejala seperti demam tinggi, batuk dan kesulitan bernapas.
Menurut laporan yang diterima otoritas kesehatan Italia, pria itu baru saja menghabiskan 40 hari di Yordania di mana salah seorang putranya juga menderita flu.
Arab Saudi telah menjadi negara dengan kasus MERS terbanyak di dunia, 39 kasus infeksi dan 25 kematian sejauh ini, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia.
Virus yang dapat menyebabkan batuk, demam dan radang paru-paru ini telah menyebar dari Timur Tengah ke Prancis, Inggris dan Jerman. WHO menamai virus jenis baru mirip SARS ini dengan sebutan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Virus ini termasuk keluarga dari virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang sempat melanda dunia pada akhir 2003 dengan menewaskan 775 orang.
Bukan hanya Timur Tengah dan Eropa yang perlu siaga, tetapi juga negara-negara di Asia, khususnya Indonesia. Bagaimanapun, jumlah warga Indonesia yang hilir-mudik ke Arab Saudi terbilang sangat besar. Entah itu untuk menjalankan ibadah haji atau umroh, dan bekerja sebagai TKI. Jika tidak diawasi dengan baik, bukan tidak mungkin virus mematikan itu akan mewabah di Indonesia.
(mdk/des)