Betulkah Rasa di Area Kewanitaan Bisa Berubah Akibat Makanan yang Dikonsumsi?
Sesungguhnya makanan, minuman, atau kebiasaan merokok yang dilakukan bisa mengubah rasa dan aroma cairan tubuh. Ketika tubuh mencerna makanan, kandungan kimia yang memengaruhi aroma tubuh juga ikut dicerna. Kondisi ini yang bisa menyebabkan makanan tertentu yang dikonsumsi tubuh bisa menyebabkan perubahan aroma tubuh.
Terdapat banyak mitos yang beredar di masyarakat terhadap area kewanitaan. Salah satu mitos yang muncul adalah bahwa konsumsi buah-buahan bisa mengubah rasa dan aroma yang muncul dari area kewanitaan. Benarkah?
Dilansir dari Elite Daily, sesungguhnya makanan, minuman, atau kebiasaan merokok yang dilakukan bisa mengubah rasa dan aroma cairan tubuh. Ketika tubuh mencerna makanan, kandungan kimia yang memengaruhi aroma tubuh juga ikut dicerna. Kondisi ini yang bisa menyebabkan makanan tertentu yang dikonsumsi tubuh bisa menyebabkan perubahan aroma tubuh.
Salah satu contohnya adalah kandungan organosulfur yang terdapat pada asparagus. Konsumsi makanan ini bisa sangat memengaruhi aroma yang dikeluarkan ketika buang air. Hal yang sama mungkin juga dapat dialami pada aroma dan rasa vagina.
"Mitos yang ada menyebut bahwa nanas bisa mengubah aroma vagina," terang Jen Gunter, M.D., ginekolog asal San Fransisco,dilansir dari SELF.
"Namun, tidak ada penelitian yang membuktikan dan pengetahuan ilmiah di baliknya," sambungnya.
Walau hingga saat ini belum ada bukti ilmiah, namun kabar yang beredar di masyarakat menyebut sebaliknya. Banyak cerita yang beredar dari mulut-ke mulut mengenai pengaruh buah-buahan ini termasuk nanas dalam mengubah rasa dan aroma area kewanitaan.
Kurangnya Bukti Ilmiah
"Secara umum, kita tahu bahwa buah dengan rasa lebih manis dan kandungan air alami bisa menyebabkan rasa yang lebih manis, sementara kopi, rokok, dan asparagus bisa menyebabkan rasa yang lebih pahit," terang pakar seks, Jess O’Reilly pada Elite Daily.
Mengingat bagaimana pengaruh makanan terhadap kotoran dan keringat kita, maka hal ini cukup masuk akal. Walau begitu, O'Reilly mengungkap bahwa memang masih belum ada bukti alami.
Namun O'Reilly tetap mempersilakan jika memang kamu ingin mengonsumsi makanan untuk mengubah rasa dan aroma pada vagina. Pastikan saja agar kamu tidak mengonsumsi makanan berbahaya.
"Saya menyarankan untuk mencatat makanan yang kamu konsumsi serta catat rasa yang muncul dari cairan vagina serta kenali apakah terdapat perbedaan dalam jangka waktu dua hingga empat minggu," saran O'Reilly.
Hal yang patut digarisbawahi di sini adalah bahwa siklus menstruasi juga bisa menyebabkan perubahan rasa dan aroma ini. Oleh karena itu, pastikan juga untuk memerhatikan hal ini.
(mdk/RWP)