5 Alasan stres ganggu keharmonisan kehidupan ranjang
Tak hanya ganggu kesehatan, efek negatif stres mulai merambah kehidupan ranjang. Ungkap selengkapnya di sini!
Berada di suatu tempat antara tanggung jawab kerja, keluarga dan juga urusan pribadi tak jarang membuat seseorang mengalami apa yang disebut dengan stres. Telah banyak penelitian yang menunjukkan keterkaitan antara stres dengan beberapa penyakit, termasuk seks.
Tak hanya memicu beberapa penyakit, stres bahkan mulai merambah pada keharmonisan kehidupan ranjang kamu. Seperti yang dilansir melalui thehealthsite, berikut ini merupakan lima alasan stres ganggu keharmonisan kehidupan ranjang kamu.
1. Menurunkan gairah seksual pria
ilustrasi seksual menurun ©www.goodhousekeeping.com
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behavior, stress kronis meningkatkan kadar hormone stress dalam tubuh. Biang keladinya adalah kadar kortisol yang tinggi. Tingginya hormone stress ini menekan fungsi dan efek testosterone pada pria. Hal ini berujung pada menurunnya gairah seks pada pria.
2. Menghambat gairah seksual wanita
ilustrasi seks ©2015 Merdeka.com
Pada wanita, terlalu banyak stres juga dapat menurunkan gairah seksual. Stres kronis menyebabkan wanita mengalami kekurangan oksitoksin, yang memainkan peran penting untuk menjaga gairah seksual tetap tinggi saat berhubungan.
3. Sulit mencapai orgasme
Ilustrasi orgasme ©2015 Merdeka.com/youtube
Oksitoksin juga memainkan peran penting dalam melepaskan ketegangan seksual saat mencapai klimaks. Tetapi, tingginya hormone stress akan menghambat oksitoksin. Intinya, stress tak memungkinkan relaksasi saat berhubungan,sehingga tak membuat wanita merasakan orgasme.
4. Menurunkan kesuburan pada wanita
ilustrasi ibu hamil ©www.ihcnm.com
Hormon stres ternyata berdampak pada siklus reprosuksi wanita. Oleh karena itu, wanita yang merencanakan kehamilan harus mengurangi stress. Hormon stres dapat memengaruhi kelenjar pituitari yang mengatur fungsi semua kelenjar penting seperti tiroid, kelenjar adrenal dan ovarium. Tentu saja ini memengaruhi tingkat reproduksi hormone estrogen dan progesterone yang memengaruhi siklus menstruasi.
5. Mengurangi kualitas sperma
Ilustrasi sperma www.google.com
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Fertility and Sterility menunjukkan bahwa pria yang mengalami stress meningkatkan risiko konsentrasi sperma yang rendah saat ejakulasi. Mereka cenderung memiliki sperma dengan gangguan motilitas. Hormon stress memicu produksi glukokortikoid, hormone steroid yang menurunkan tingkat testosterone.
Tak hanya memiliki efek merusak bagi keharmonisan dunia ranjang, stress juga bisa memberikan efek negative pada hubungan kamu dengan pasangan. Ini karena stress bisa memicu kamu dan pasangan beradu argumen secara negative. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari dan juga mengatasi stress dengan segera.
Baca juga:
Seks: Ini yang dibutuhkan Mr.P agar bisa meroket lagi
Apa yang terjadi pada Mr. P saat usia menua?
Oksitosin, hormon cinta yang bikin rumah tangga harmonis
Terlihat sepele, 5 kebiasaan ini pupuskan harapan miliki anak
Mengungkap 7 mitos tentang kondom