LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Laporan Tentang Dampak Vaksin Covid-19, 60 Persen Karena Dipicu Kecemasan

Di sisi lain, Iris Rengganis selaku Ketua Tim Advokasi Vaksinasi COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB ID) menjelaskan, berbagai vaksin telah dikenal sejak lama. Beberapa jenis vaksin juga harus diulang secara berkala karena mutasi virus terus berlangsung.

2021-09-30 06:09:00
Vaksinasi Covid-19
Advertisement

Salah satu penanganan dalam memerangi virus COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Namun dengan masifnya informasi yang beredar tentang pro-kontra vaksin, tak dipungkiri masih ada sejumlah masyarakat yang meragukan khasiat vaksin. Hal ini sesuai dengan data dari Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) yang mencatat, 60 persen laporan dampak setelah vaksinasi COVID-19 dipicu dari kecemasan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komnas KIPI, Hinky Hindra Irawan Satari menegaskan jika semua vaksin COVID-19 yang dipakai di Indonesia telah diuji kualitas dan khasiatnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Memang ada laporan tentang dampak setelah vaksinasi. Hanya saja, data di Komnas KIPI menunjukkan, sebagian atau 60 persen laporan tersebut hanya dipicu dari kecemasan," ungkap Hindra dalam webinar ‘Perkembangan Terkini Vaksin COVID-19 di Indonesia’ seperti dilansir dari Liputan6.com.

Advertisement

Di sisi lain, Iris Rengganis selaku Ketua Tim Advokasi Vaksinasi COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB ID) menjelaskan, berbagai vaksin telah dikenal sejak lama. Beberapa jenis vaksin juga harus diulang secara berkala karena mutasi virus terus berlangsung. Akibatnya, diperlukan vaksin baru yang lebih manjur. Untuk itu Iris mengajak tenaga kesehatan untuk senantiasa mendorong program vaksinasi.

"Saat ini, seluruh vaksin COVID-19 yang beredar telah diuji keamanannya. Karena itu, tidak perlu menunggu merek tertentu, sehingga menunda vaksinasi," tambah Iris.

Lebih lanjut, menyikapi masih adanya masyarakat yang enggan divaksin, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Soedjatmiko menekankan, jangan menunggu terpapar, baru menyadari bahaya COVID-19 dan pentingnya vaksinasi. "Jangan sampai menyesal kalau kena COVID-19, masuk ICU atau meninggal. Ekonomi dan masa depan keluarga yang ditinggalkan akan parah, kita masih pandemi," ujarnya.

Advertisement

Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program vaksinasi agar harapan jika pandemi ini segera berlalu bisa segera tercapai. Jangan lupa bekali diri dengan pengetahuan yang benar, karena dengan edukasi yang tepat, tentu kita tidak akan mudah terpapar hoaks dan bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono

Baca juga:
Sidoarjo Anggarkan Rp34 Miliar untuk Vaksinasi Mandiri Warga Miskin, Ini Faktanya
Usai Divaksin Covid 19, Kapan Kekebalan Tubuh Muncul & Berapa Lama?
Vaksin Covid-19 Ada Masa Kedaluwarsa, Ridwan Kamil Lakukan Antisipasi Ini
8.300 Perusahaan Anggota Kadin Daftar Program Vaksin Gotong Royong
Ada Vaksinasi Gotong Royong, Ekonomi RI Kuartal II 2021 Bisa Kembali Positif
Pegawai Mall Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

(mdk/ttm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.