LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Kunyah Makanan Lebih Lama, Cara Mudah untuk Turunkan Berat Badan

Dilansir dari Medical Daily, walau lama dan merepotkan, makan secara perlahan bisa menyebabkan sejumlah manfaat termasuk turunnya berat badan. Hal ini juga membantu nutrisi terserap lebih baik, tingkat stres menurun, serta kondisi pencernaan meningkat.

2019-06-24 00:40:00
Tips Diet
Advertisement

Kecepatan makan ternyata bisa menentukan seberapa cepat atau mudah kamu menjadi gemuk. Diketahui bahwa makan secara perlahan ternyata bisa membantu kamu makan lebih sedikit dan terhindar dari kegemukan. Tentu ini kabar buruk bagi banyak dari kita yang selalu makan dengan terburu-buru.

Sama seperti makan dengan menonton televisi dan bermain smartphone, makan terlalu cepat juga bisa berdampak pada lingkar perut. Hal ini karena membuat seseorang menjadi cenderung makan lebih banyak dari biasanya.

Dilansir dari Medical Daily, walau lama dan merepotkan, makan secara perlahan bisa menyebabkan sejumlah manfaat termasuk turunnya berat badan. Hal ini juga membantu nutrisi terserap lebih baik, tingkat stres menurun, serta kondisi pencernaan meningkat.

Advertisement

Pada sebuah penelitian di Iowa, amerika Serikat, terdapat 45 orang dewasa sebagai partisipan. Mereka terbagi menjadi partisipan dengan berat badan normal, kelebihan berat badan, serta obesitas.

Awalnya, peneliti melakukan pengukuran dari jumlah kunyahan yang dilakukan seseorang sebelum menelan makanan. Mereka diminta untuk mengunyah pizza selama makan siang dengan jumlah 100 persen, 150 persen, dan 200 persen dari kebiasaan mereka.

Ketika partisipan mengunyah 150 hingga 200 persen dibanding biasanya, jumlah makanan yang dikonsumsi menurun hingga 9,5 dan 14,8 persen. Hal ini membuktikan bahwa mengunyah makanan secara perlahan bisa mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi.

Advertisement

Penelitian lain coba melihat efek dari mengunyah terhadap keseimbangan hormon dan tingkat energi. Dibandingkan ketika mengunyah 40 kali, tingkat energi dan ghrelin seseorang menurun saat dia mengunyahnya 15 kali.

Usai kamu menelan makanan, hormon ghrelin bakal ditekan karena otak menerima sinyal bahwa perut telah penuh. hal ini tentu saja membantu menurunkan selera makan seseorang.

Penelitian lain yang dilakukan di Harbin, China juga mencoba membahas mengenai hal ini. Penelitian ini dilakukan terhadap 16 orang dengan badan kurus dan 14 orang yang mengalami obesitas.

Peneliti menyebut bahwa proses mengunyah secara perlahan membuat otak memiliki waktu yang cukup untuk memproses informasi bahwa makanan telah dikonsumsi. Menurunnya berat badan bisa disebabkan dengan mengunyah perlahan karena otak menerima sinyal secara cukup ketika bagian lain tubuh berkoordinasi untuk menekan rasa lapar.

Walaupun cukup merepotkan untuk mengunyah lebih perlahan dan banyak, namun hal ini terbukti memiliki banyak makanan. Saat ini, sebagian besar orang terlalu cepat mengunyah makanan sehingga muncul masalah seperti obesitas dan lain sebagainya.

Dengan mengunyah lebih perlahan dan lebih banyak, maka makanan bisa diproses oleh tubuh secara lebih baik. Hal ini bisa menimbulkan manfaat kesehatan serta menurunkan berat badan.

Baca juga:
Ganti Kebiasaan Duduk jadi Berdiri untuk Buat Berat Badan Lebih Cepat Susut
Ingin Badan Cepat Kurus? Jangan Sarapan Sebelum Olahraga di Pagi Hari
6 Cara Tak Bisa Turunkan Berat Badan pada Saat Libur Lebaran
Kebiasaan 'Balas Dendam' Saat Buka Puasa Malah Bisa Buat Tubuh Semakin Gemuk
5 Kudapan yang Sebaiknya Kamu Hindari Ketika Tengah Diet
Dianggap Sering Bikin Gemuk, Ternyata Nasi Bisa Bantu Tekan Angka Obesitas

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.