Krim ini diklaim lebih efektif dari Viagra!
Peneliti tengah mengembangkan krim yang bisa menggantikan Viagra dan memiliki lebih sedikit efek samping.
Viagra selama ini dianggap sebagai satu-satunya harapan untuk pria yang mengalami disfungsi ereksi. Banyak pria dengan masalah disfungsi ereksi yang harus memilih Viagra, meski pil biru ini bisa menyebabkan banyak efek samping. Sementara itu, ada juga pria yang tak bisa menggunakan Viagra karena memiliki penyakit angina, pernah mengalami stroke, atau serangan jantung.
Orang yang memiliki penyakit seperti penyakit jantung tak diperkenankan menggunakan Viagra sehingga tak ada yang bisa mereka lakukan untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi yang mereka alami. Namun kini peneliti tengah mencari alternatif lain yang lebih baik dari Viagra. Perusahaan bioteknologi dari Amerika Serikat saat ini tengah mengembangkan krim yang bisa digunakan untuk meningkatkan fungsi seksual tanpa efek samping.
Krim yang sementara ini disebut sebagai SST-6006 ini memiliki bahan aktif yang sama dengan Viagra. Meski begitu, peneliti menjelaskan bahwa krim ini tak akan menyebabkan efek samping karena hanya digunakan di luar tubuh, seperti dilansir oleh Daily Mail (16/05).
Cara pemakaiannya adalah dengan menggunakan krim tersebut pada alat genital pria. Obat dalam krim akan masuk melalui kulit dan jaringan, kemudian meningkatkan fungsi seksual. Percobaan pertama mengungkap bahwa krim ini memberikan lebih sedikit efek samping dibandingkan Viagra. Efek sampingnya pun sangat ringan, tak seperti Viagra yang bisa menyebabkan mual, sakit kepala, dan sakit perut.
Hasil penelitian juga mengungkap bahwa zat aktif dari Viagra lebih banyak ditemukan pada aliran darah partisipan dibandingkan dengan krim tersebut. Jumlah sildenafil yang ada pada aliran darah pria yang menggunakan krim 20 kali lebih rendah dibandingkan pria yang menggunakan Viagra.
Selanjutnya peneliti akan melakukan lebih banyak tes untuk menguji keamanan krim tersebut dan memastikan bahwa krim tersebut bisa menjadi terobosan baru untuk mengobati disfungsi seksual pada pria. Sementara itu, masih dibutuhkan banyak waktu sebelum krim ini siap untuk dipasarkan secara luas pada masyarakat.
Baca juga:
Kini Viagra ada dalam bentuk es krim?
Waspadai efek buruk yang bersembunyi di balik viagra!
Viagra akan jadi obat untuk redakan nyeri haid?
Konsumsi Viagra saat hamil bisa menyehatkan janin?
Tiga tahun lagi, Viagra untuk wanita siap dijual