LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Konsumsi Yogurt Tinggi Serat Bisa Kurangi Risiko Kanker Paru-Paru

Risiko kanker paru-paru bisa diturunkan melalui konsumsi makanan tertentu. Disebut bahwa hal ini bisa terjadi karena mengonsumsi makanan tinggi serat dan yogurt.

2019-11-01 12:00:00
Nutrisi
Advertisement

Risiko kanker paru-paru bisa diturunkan melalui konsumsi makanan tertentu. Disebut bahwa hal ini bisa terjadi karena mengonsumsi makanan tinggi serat dan yogurt.

Sebelumnya, manfaat dari makanan kaya serat dan yogurt telah diketahui pada penyakit kardiovaskular dan kanker gastrointestinal. Namun penelitian terbaru mengungkap bahwa ternyata ada manfaat lainnya.

Dilansir dari The Health Site, temuan ini didapat berdasar analisis data penelitian yang melibatkan 1,4 juta orang dewasa di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Pola makan seperti ini diketahui bisa mengatasi kanker paru-paru.

Advertisement

Pada penelitian ini, partisipan dibagi dalam lima kelompok untuk diteliti. Pembagian kelompok ini dilakukan berdasar jumlah serat dan yogurt yang mereka konsumsi.

Diketahui bahwa seseorang yang mengonsumsi yogurt dan serat dalam jumlah besar memiliki peluang penurunan 33 persen risiko kanker paru-paru. Temuan ini didapat setelah dibandingkan dengan mereka yang tak mengonsumsi yogurt dan mengonsumsi serat dalam jumlah sangat sedikit.

Advertisement

Manfaat Kesehatan Disebabkan Kandungan Prebiotik dan Probiotik

"Hasil penelitian kami memberi bukti yang kuat terkait panduan diet Amerika Serikat 2015-202 yang menyarankan pola makan kaya serat dan yogurt," terang peneliti senior Xiao-Ou Shu, MD, PhD, MPH, Professor penelitian kanker di Vanderbilt-Ingram Cancer Centre.

"Asosiasi terbalik ini cukup kuat dan konsisten baik pada saat ini, nanti, orang yang tak pernah merokok, pria, wanita, serta seseorang dengan berbagai latar belakang," sambungnya.

Shu mengungkap bahwa manfaat kesehatan ini mungkin disebabkan karena kandungan prebiotik dan probiotik mereka. Kandungan ini mungkin bersifat independen atau bersinergi dengan mikrobiota usus dengan cara yang menguntungkan.

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.