Konsumsi suplemen vitamin D saat hamil tak pengaruhi bayi
Banyaknya suplemen yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama masa kehamilan tak berkaitan dengan kesehatan tulang bayi.
Tingkat vitamin D yang dikonsumsi ibu hamil tampaknya tak berkaitan dengan kesehatan tulang bayi yang akan dilahirkannya, ungkap sebuah penelitian. Ilmuwan tak menemukan adanya kaitan antara tingkat vitamin D yang dimiliki ibu dengan bayi, bahkan ketika mereka sudah berusia 10 tahun.
Berdasarkan panduan NHS saat ini, wanita hamil dan menyusui diharapkan mengonsumsi 10 mikrogram suplemen vitamin D setiap hari. Hal ini dipercaya bisa meningkatkan kekuatan tulang pada bayi.
Meski begitu Profesor Debbie Lawlor, ketua peneliti di Bristol University menjelaskan bahwa tak ada bukti kuat wanita hamil harus mengonsumsi suplemen vitamin D. Hal ini ditemukan setelah peneliti menganalisis tingkat vitamin D pada 3960 wanita pada saat hamil.
Secara umum tak ditemukan adanya kaitan yang signifikan antara asupan vitamin D dan tingkat vitamin D yang dikonsumsi ibu hamil dengan kesehatan tulang anak mereka. Walaupun begitu, peneliti tetap menyarankan agar ibu hamil tak sampai kekurangan vitamin D saat kehamilan dan menyusui anak.
"Wanita yang memiliki tingkat vitamin D rendah bisa membahayakan anak mereka. Rendahnya tingkat vitamin D sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko osteoporosis dan penyakit tulang lain pada janin," ungkap Dr Tony Falvoner, presiden Royal College of Obstetricians and Gynaecologist, seperti dilansir oleh Daily Mail (19/03).
Beberapa wanita yang berkemungkinan memiliki tingkat vitamin D rendah saat hamil adalah wanita Asia, Afrika, Karibia, wanita yang mengalami obesitas, dan yang menjalani diet rendah vitamin D.