LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Konsumsi Antibiotik Tak Terkendali Buat Indonesia Rentan Jadi Sumber Bakteri Resisten

Hari mengungkapkan, berdasarkan sebuah data surveilans yang dihimpun KPRA pada 2013, 2015, hingga 2019, terjadi kenaikan angka bakteri yang resisten antibiotik. Dari 40 persen menjadi 60 persen, dan terakhir 60,4 persen.

2019-12-22 08:30:00
Fakta kesehatan
Advertisement

Banyak orang di Indonesia yang mengonsumsi antibiotik secara sembarangan tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter ketika tengah sakit. Penyalahgunaan antibiotik di masyarakat membuat Indonesia menjadi lebih rentan akan bakteri yang lebih resisten.

Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikrobial (KPRA) dokter Hari Paraton mengatakan, apabila tidak dikendalikan, pengguna antibiotik di Indonesia bisa berdampak pada masalah lain.

Hari mengungkapkan, berdasarkan sebuah data surveilans yang dihimpun KPRA pada 2013, 2015, hingga 2019, terjadi kenaikan angka bakteri yang resisten antibiotik. Dari 40 persen menjadi 60 persen, dan terakhir 60,4 persen.

Advertisement

"Negara kalau tidak waspada, Indonesia bisa jadi sumber, pusatnya bakteri resisten di Asia nanti. Dia bisa jadi travel ban," kata Hari.

"Orang yang ke Indonesia harus hati-hati, orang yang mau keluar harus diskrining. AMR (Antimicrobial Resistance) ini bisa kemana saja, bisa melekat dalam tubuh tanpa kita sadar. Jadi kita sebagai pembawa," tambahnya.

Advertisement

Ancaman Bakteri Kebal Antibiotik

Dalam studi di 2014, tahun 2050 diperkirakan lebih dari 4,7 juta orang di Asia Pasifik meninggal setiap tahunnya karena infeksi bakteri, yang seharusnya bisa disembuhkan oleh antibiotik. Angka tersebut merupakan yang tertinggi yang diproyeksikan secara global.

Sementara itu, dalam sebuah studi yang dilihat dari 2002 hingga 2012, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat resistensi tertinggi terhadap antibiotik berjenis Imipenem dengan angka 6 persen. Selain itu, dalam Survey Kesehatan Nasional 2013, 86 persen antibiotik di Indonesia disimpan tanpa resep dokter.

"Jadi bakteri resisten itu justru terjadi karena kesalahan penggunaan antibiotik, di semua level. Di komunitas, di masyarakat membeli antibiotik sesukanya, menyimpan antibiotik sesukanya, memberikan ke saudaranya yang sakitnya sama," ujar Hari.

Tidak hanya bagi manusia, penggunaan antibiotik yang serampangan di peternakan juga berbahaya. Maka dari itu, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan dua surat keputusan yaitu untuk pelarangan penggunaan antibiotik untuk penggemuk ternak, serta melarang kolistin pada hewan, karena obat tersebut adalah cadangan apabila bakteri sudah resisten antibiotik.

Terkait penyakit yang muncul, disebut butuh kebijakan masyarakat dalam mengonsumsi antibiotik. Hari menjelaskan bahwa antibiotik hanya perlu diberikan pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti tuberkolosis.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.