Kondisi Kesehatan Jiwa Bisa Pengaruhi Masalah Nyeri di Sendi Tangan dan Kaki
Menurut dokter spesialis kesehatan jiwa, Santi Andayani, antara nyeri yang diakibatkan oleh penyakit gangguan inflamasi kronis yang memengaruhi banyak sendi, termasuk di tangan dan kaki (rematoid artritis) dengan tingkat depresi itu merupakan hal yang sangat terkait dan saling berpengaruh.
Kondisi psikologis atau kejiawaan yang dimiliki oleh seseorang bisa mempengaruhi kondisi medis. Hal ini bisa berpengaruh secara umum dan mengganggu sejumlah hal seperti penyembuhan.
Selain itu, juga membuat risiko kesehatan tambahan bagi individu, respons fisiologis yang berhubungan dengan stres serta menyebabkan atau mengeksaserbasi gejala kondisi medis.
Menurut dokter spesialis kesehatan jiwa Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Santi Andayani, antara nyeri yang diakibatkan oleh penyakit gangguan inflamasi kronis yang memengaruhi banyak sendi, termasuk di tangan dan kaki (rematoid artritis) dengan tingkat depresi itu merupakan hal yang sangat terkait dan saling berpengaruh.
"Keduanya seperti siklus terhubung, nyeri mengakibatkan depresi dan depresi pun mengakibatkan nyeri," kata Santi.
Untuk mengatasinya kata Santi, perlu disembuhkan keduanya secara bersamaan, baik depresi maupun nyeri sendi pada pasien. Guna mengatasi masalah depresi, lanjut Santi, pasien dapat berkonsultasi dengan psikiater. Terapi yang dilakukan bisa dengan konseling maupun pemberian obat.
Tak Perlu Malu Berkonsultasi
Stigma yang berkembang di masyarakat bahwa pasien yang berobat pada psikiatri adalah orang dengan gangguan jiwa atau umum disebut 'orang gila' menyebabkan masyarakat enggan berobat ke psikiater. Santi berpesan, masyarakat tak perlu malu berkonsultasi dengan dokter jiwa.
"Stigma tersebut sedikit demi sedikit perlu diubah sehingga pasien lebih leluasa berkonsultasi masalah kesehatan jiwanya ke psikiatri," ujar Santi.
Kualitas hidup pasien dapat meningkat dengan sistem perawatan terpadu antara fisik dan psikis. Dukungan spiritual dan psikososial dari keluarga sejak diagnosis ditegakkan hingga akhir hayat dapat meringankan nyeri serta penderitaan lainnya yang dialami pasien.
Reporter: Arie Nugraha
Sumber: Liputan6.com