Kombucha Aman Dikonsumsi Anak? Simak Fakta Berikut
Beberapa manfaat lain dari kombucha yaitu kaya akan antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas agar tidak mudah terserang penyakit. Meskipun kombucha termasuk jenis minuman sehat, hal itu tidak memberikan arti bahwa kombucha cocok untuk anak-anak.
Memberikan anak makanan dan minuman yang sehat merupakan kewajiban bagi orang dewasa untuk menjaga agar anak tetap sehat. Sebelum memberikannya kepada anak, sebaiknya harus mengetahui terlebih dahulu kandungan nutrisi apa yang terdapat pada makanan tersebut. Sebab mungkin beberapa kandungan tidak cocok sehingga menimbulkan efek samping pada anak.
Salah satu jenis minuman yang sedang populer belakangan ini adalah kombucha. Kombucha merupakan teh bersoda yang telah melalui proses fermentasi. Minuman ini pertama kali dibuat di China dan menyebar ke Jepang dan Rusia selama ribuan tahun lalu. Lalu pada abad ke-20 kombucha baru meraih popularitasnya di negara Eropa.
Bahan dasar untuk membuat kombucha adalah ragi, gula, dan teh hitam. Campuran bahan ini nantinya akan didiamkan selama satu minggu atau lebih. Selama proses fermentasi, bakteri, asam, serta alkohol akan terbentuk dalam minuman ini. Bakteri yang ada dalam kombucha mungkin memiliki fungsi probiotik. Probiotik memberikan usus bakteri sehat sehingga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, peradangan, hingga penurunan berat badan.
Beberapa manfaat lain dari kombucha yaitu kaya akan antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas agar tidak mudah terserang penyakit. Selain itu kombucha dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan membantu mengatasi diabetes tipe 2. Meskipun kombucha termasuk jenis minuman sehat, hal itu tidak memberikan arti bahwa kombucha cocok untuk anak-anak.
Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah fakta mengenai kombucha dan pengaruhnya pada anak:
Kombucha Memiliki Kandungan Alkohol
1. Kandungan Alkohol Dalam Kombucha
Pembuatan kombucha melalui proses fermentasi dengan menggunakan symbiotic culture of bacterium and yeast (SCOBY). Selama proses tersebut, SCOBY mengonsumsi gula tambahan sehingga secara alami memproduksi alkohol. Standar industri makanan mengharuskan kombucha yang dibeli di toko mempertahankan kurang dari 0,5% dan 1,1% alkohol berdasarkan volume (ABV) di Amerika Serikat dan Kanada, untuk diklasifikasikan sebagai minuman non alkohol.
Kandungan alkohol yang sedikit ini sama dengan kandungan pada roti ragi yang seharusnya aman untuk dikonsumsi oleh anak pada usia 4 tahun ke atas. Namun beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa beberapa merek yang menjual kombucha di toko-toko memiliki tingkat alkohol lebih dari 3% ABV. ABV yang tinggi ini setara dengan bir ringan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi pada orang dibawah usia 21 tahun.
Tingkat alkohol yang melebihi batas ini akan berbahaya khususnya bagi anak-anak. Tubuh anak-anak masih dalam tahap perkembangan dan cukup sensitif terhadap kandungan tertentu dalam makanan dan minuman.
Jadi, hindari memberi anak kombucha buatan sendiri atau yang dibeli di toko yang tidak dipasteurisasi. Hanya produk yang dibeli di toko dan telah dipasteurisasilah yang mempunyai kadar alkohol kecil yang aman dikonsumsi untuk anak-anak. Baca label kemasan dengan teliti untuk mengetahui status minuman telah dipasteurisasi atau tidak
Kandungan Gula Tambahan
2. Kandungan Gula Tambahan Dalam Kombucha
Untuk memulai proses fermentasi dengan SCOBY, gula perlu ditambahkan ke dalam minuman. Bakteri dan ragi tersebut akan memakan gula tambahan untuk menghasilkan alkohol dan asam. Dalam beberapa merek, pemanis ini dapat mengandung gula hingga 46 kali lebih banyak daripada yang tidak mengandung pemanis tambahan. Anak mulai usia 2 tahun sebaiknya membatasi asupan gula tambahan hingga kurang dari 10% kalori harian.
Itu setara dengan 30–40 gram (7,5–10 sendok teh) gula untuk anak-anak aktif ringan berusia 2–8 tahun yang mengonsumsi 1.200–1.600 kalori per hari. Perlu diingat bahwa kebutuhan kalori bervariasi menurut usia dan tingkat aktivitas. Tergantung pada mereknya, hanya 3,5 ons (100 mL) kombucha manis dapat mencapai lebih dari 400% dari batas tambahan gula harian anak, sementara kombucha tanpa pemanis atau rendah gula hanya menyediakan 10%.
Oleh karena itu sebaiknya memilih produk kombucha dengan lebih sedikit gula tambahan untuk mengurangi risiko gigi berlubang pada anak, kelebihan berat badan atau obesitas pada masa kanak-kanak. Selain itu, jika hal ini tetap diteruskan maka akan memicu resiko penyakit jantung atau diabetes di masa depan anak.
Kandungan soda dan berbagai rasa manis yang ada dalam kombucha dapat membuat anak-anak tertarik untuk meminumnya. Kombucha yang dibeli di toko dan telah dipasteurisasi aman untuk diberikan kepada anak-anak berusia 4 tahun ke atas. Namun, hindari kombucha buatan sendiri dan kombucha yang tidak dipasteurisasi, karena biasanya memiliki kandungan alkohol yang lebih tinggi
Reporter: Eleonora Gifthalia Christi Adena
(mdk/mgd)