LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Kesabaran Jadi Kunci Utama Ketika Membesarkan Anak Bersama Mertua

Mom shaming kerap diterima oleh menantu baik dari orang tua maupun mertua. Psikolog Saskhya Aulia Prima memaparkan, mom shaming berarti merendahkan seorang ibu karena teknik pengasuhan yang berbeda dari pilihan yang dianut si pengkritik.

2018-12-24 00:35:00
Ibu dan Anak
Advertisement

Cerita mengenai hubungan panas-dingin antara mertua dan menantu kerap kali muncul. Bagi kita sendiri, dalam menghadapi berbagai tindakan dari mertua perlu ditanggapi dengan sabar.

Menurut penelitian C.S. Mott Children’s Hospital University of Michigan di Amerika, pelaku mom shaming terbesar adalah orang tua sendiri (36%) dan mertua (31%).

Psikolog Saskhya Aulia Prima memaparkan, mom shaming berarti merendahkan seorang ibu karena teknik pengasuhan yang berbeda dari pilihan yang dianut si pengkritik.

Advertisement

"Perilaku mom shaming dapat berupa sindiran, komentar dan kritik yang sifatnya negatif," ujarnya di acara Shopee Mother's Day Special: Surviving Modern Motherhood di Jakarta.

Mengasuh anak bersama orang tua kandung juga dapat memicu stres. Pasalnya, perbedaan generasi orang tua membuat mereka memiliki pola pikir yang berbeda pula.

Akibatnya kamu merasa tertekan karena berada di tengah pilihan membesarkan anak sesuai dengan zaman atau mendengarkan orang tua yang sudah memiliki pengalaman lebih. Kondisi ini disebut dengan Sandwich Parenting.

Advertisement

"Kunci utama dalam menghadapi tekanan dari orang tua dan mertua adalah dengan tidak baper. Sama dengan otot, mindset kita juga perlu fitness agar kebal," tuturnya.

Jika tekanan sudah menurunkan fungsi mental dan fisik seperti sulit makan, insomnia serta kehilangan rasa percaya diri, para ibu dianjurkan melakukan me time.

Me time dapat diisi dengan kegiatan yang menyenangkan bagi ibu. Lakukan me time selama 15-20 menit. Anda bisa pergi ke salon, membaca buku, menonton film atau hanya sekadar minum dan menarik napas.

Temukan juga support system yang dapat dipercaya untuk menampung keluh dan kesah. Selain itu, jangan lupa ciptakan komunikasi yang harmonis dengan suami.

"Kebanyakan ibu merasa suaminya tidak peka dengan masalah mereka. Cari waktu dan bicarakan dengan baik. Diskusi harus berjalan saat emosi sedang netral agar suami tidak ikut jengkel," tandasnya.

Reporter: Mutia
Sumber: dream.co.id

Baca juga:
Kelahiran Anak Kedua Bisa Berakibat Negatif Pada Mental Orang Tua
6 Nutrisi terpenting agar ibu menyusui tak gampang lemas
Bukan bedak, losion lebih tepat untuk bayi yang berkeringat
6 Tips nyaman membawa anak travelling naik kereta api
Ibu ogah menyusui bayinya yang lahir tak sempurna
Potret lucu bayi ikut sidang di Parlemen Eropa
Sama-sama cantik, 8 pasangan ibu & anak selebriti bergaya kompakan
3 Hal yang harus dilakukan sebelum memiliki anak

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.