Kenapa virus flu burung H7N9 bisa menyebar dengan cepat?
Kemampuan mengikat ke kedua sel, baik manusia atau unggas, itulah yang membuat H7N9 lebih cepat menyebar.
Kasus virus flu burung H7N9 dilaporkan mampu menyebar dengan cepat dari unggas ke manusia, demikian menurut penelitian terbaru dari China.
Di dalam penelitian tersebut, virus H7N9 diketahui mampu 'hinggap' ke sel-sel unggas dan juga manusia. Berbeda dengan H5N1 yang punya kecenderungan terikat pada sel-sel unggas saja atau H1N1 yang lebih 'akrab' dengan sel-sel manusia saja.
"Kemampuan mengikat ke kedua sel, baik manusia atau unggas, itulah yang membuat H7N9 lebih cepat menyebar," terang Robert Webster, ahli flu burung dari St. Jude Children's Research Hospital di Amerika yang tidak terlibat dalam penelitian.
Virus H7N9 pertama kali muncul di China bulan Februari lalu. Sampai sekarang, total korban terinfeksi ada 132 orang dan 39 di antaranya sudah meninggal.
Sifat mengikat pada sel sebenarnya bukan satu-satunya faktor alasan kenapa H7N9 cepat menyebar. Menurut Webster, H7N9 juga memiliki delapan segmen gen yang memungkinkan virus bisa menyebar ke sesama manusia.
Meskipun demikian, belum ada laporan resmi mengenai penyebaran virus H7N9 ke sesama manusia. Namun peneliti menduga kemungkinan tersebut ada.
"Ancaman pandemi virus H7N9 tidak bisa dianggap enteng," demikian tulis peneliti dalam jurnal Nature, seperti yang dikutip dari Live Science.
Kabar baiknya, kasus virus flu burung mengalami penurunan dan belum ditemukan korban baru setelah akhir Mei lalu. Aksi pihak dinas kesehatan China dalam menutup beberapa pasar unggas rupanya cukup efektif untuk menekan penyebaran H7N9.
"Tapi H7N9 mungkin akan kembali musim dingin nanti," Webster memperingatkan.
Baca juga:
Musim haji sudah dekat, virus MERS semakin mengkhawatirkan
Virus MERS di Arab Saudi jangkiti enam orang lagi
MERS lebih mematikan dibanding SARS
Total korban meninggal virus MERS di Arab mencapai 32 orang
Korban MERS di Italia bertambah jadi 3 orang