LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Kenali Sedari Dini, Ini Gejala Kuning Pada Bayi yang Dianggap Berbahaya

beberapa tanda waspada bahwa gejala kuning pada bayi bisa jadi merupakan suatu kelainan. Berikut penjelasannya menurut dr. Leo Rendy, Sp.B, Subsp.Ped(K) (Dokter Spesialis Bedah konsultan pediatri/anak) dari RS EMC Sentul.

2022-12-19 13:08:17
Advertorial
Advertisement

Gejala kuning bisa saja terjadi kepada bayi yang baru lahir (disebut neonatus). Kondisi seperti ini biasanya ditunjukkan setelah tiga sampai empat hari setelah seorang bayi dilahirkan. Selain itu, gejala kuning juga sering terjadi pada 40-60% neonatus cukup bulan dan 80% neonatus kurang bulan/prematur.

Umumya gejala kuning ini dianggap normal dan tak menyebabkan bahaya yang serius. Pasalnya gejala kuning ini terjadi akibat adanya perubahan tipe hemoglobin dalam sel darah merah janin saat dalam kandungan ke sel darah merah bayi pascapersalinan yang memang merupakan hal yang normal.

Akan tetapi, ada pula beberapa tanda waspada bahwa gejala kuning pada bayi bisa jadi merupakan suatu kelainan. Berikut penjelasannya menurut dr. Leo Rendy, Sp.B, Subsp.Ped(K) (Dokter Spesialis Bedah konsultan pediatri/anak) dari RS EMC Sentul.

Advertisement

Tanda-Tanda Bayi Kuning Yang Tak Normal

Ada beberapa tanda bayi kuning yang tak normal yang wajib orang tua perhatikan. Pertama, gejala kuning langsung muncul kurang dari 24 jam pertama. Kedua, kuning menetap dan tidak memudar lebih dari 8 hari pada neonatus cukup bulan dan lebih dari 14 hari pada neonatus kurang bulan. Ketiga, gejala kuning semakin memberat dalam waktu 3-4 hari.

Keempat, bayi mengalami demam. Kelima, bayi tampak lemah, tidur terus-menerus, dan tak mau menyusu. Keenam, terdapat urin bewarna kuning pekat-coklat seperti teh dan tinjanya bewarna krem atau kuning pucat seperti dempul pada pampersnya. Terakhir, perut bayi semakin besar seiring bertambahnya waktu.

10 Penyakit Penyebab Kolestasis Bayi Berusia Kurang dari 2 Bulan

Adapun penyebab kuning yang tak normal pada bayi berusia kurang dari 2 bulan, bisa saja diakibatkan oleh tak normalnya aliran empedu dari hati ke usus (kolestasis) karena berbagai sebab. Mulai dari Atresia Biliaris, Kista Koledokus, Sindrom Alagille (paucity of the interlobular bile ducts or arteriohepatic dysplasia), Inspissated Bile/Mucous Plug, Cystic Fibrosis, Neonatal Sclerosing Cholangitis, Congenital Hepatic Fibrosis/Caroli’s Disease, Tumor/massa (intrinsik/ekstrinsik), batu empedu, hingga infeksi virus (Cytomegalovirus, HIV, Herpes, Rubella, Parvovirus, Echovirus, Adenovirus), bakteri (infeksi saluran kemih, Sepsis, Syphilis), parasit protozoa (Toxoplasma) dan cacing hati.

Advertisement

Riwayat Penyakit yang Berpotensi Sebabkan Kuning Tak Normal pada Bayi

Kuning pada bayi juga dapat dicurigai sebagai kuing yang tidak normal bila pertama, ada pada orang tua atau saudara kandung yang menderita penyakit seperti α1-antitrypsine deficiency, progressive familial intrahepatic cholestasis (PFIC), sindrom Alagile, cystic fibrosis. Kedua, ultrasonografi fetomaternal menemukan gambaran kista koledokus. Ketiga, adanya riwayat penyakit hemolitik inkompatibilitas golongan darah ABO atau Rhesus. Keempat, terdapat infeksi neonatus, termasuk infeksi saluran kemih, sepsis dan, infeksi virus. Kelima, hadirnya gejala seperti muntah, buang air besar warna dempul/pucat (dinilai dengan kartu warna tinja). Terakhir, urin berwarna gelap atau biasa disebut bilirubinemia.

Alasan Mengapa Atresia Bilier Harus Diketahui Sedini Mungkin

Ilustrasi kelainan empedu

Atresia bilier atau putusnya saluran empedu merupakan kelainan yang paling banyak terjadi di Asia Timur dan Asia Tenggara. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan fibro-proliferatif pada saluran aliran empedu dari hati ke usus sejak bayi lahir.

Kuning yang diakibatkan oleh atresia bilier harus segera didiagnosa sedini mungkin dan dilakukan tindakan sebelum bayi berusia 90 hari atau 3 bulan karena bayi dapat ditolong dengan operasi pembuatan jalan pintas buatan untuk aliran empedu atau biasa disebut operasi Hepatoportoenterostomi Kasai.

Ilustrasi operasi Hepatoportoenterostomi Kasai

Bila pertolongan operasi ini dilakukan sebelum bayi berusia dua bulan, keberhasilan operasi dapat mencapai lebih dari 80%. Sehingga, diharapkan pasien tak meninggal di tahun pertama atau kedua kehidupannya dan 23% pasien dapat mencapai usia 20 tahun.

Jika operasi Kasai baru dilakukan lewat dari usia 90 hari atau 3 bulan, maka angka keberhasilannya menurun jauh, paling tinggi hanya sekitar 20%. Parahnya, keterlambatan penanganan juga akan berujung pada kerusakan hati yang lebih cepat dan hanya dapat ditolong dengan operasi cangkok/transplantasi hati. Padahal di Indonesia sendiri belum banyak rumah sakit pusat yang sanggup melakukan transplantasi hati hingga saat ini, kecuali di RSCM Jakarta.

Sehingga amatlah penting bagi orang tua untuk segera memeriksakan bayinya yang menderita kuning tidak normal ke dokter keluarga dan dokter spesialis anak. Hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan kartu warna tinja.

Kartu Warna Tinja sebagai Metode Deteksi Dini Atresia Bilier

Ilustrasi Kartu Warna Tinja

Keterlambatan saat pertama kali berobat ke pusat kesehatan menjadi salah satu permasalahan utama yang sering terjadi di Indonesia. Data di bagian penyakit hati anak Rumah Sakit rujukan nasional RSCM menunjukkan rata-rata umur pasien kuning abnormal saat pertama kali datang yaitu, pada usia 4 bulan sehingga sebenarnya sudah terlambat untuk bisa menjalani operasi Kasai dengan hasil yang baik.

Tingginya angka keterlambatan ini menyebabkan angka gagal hati dan kematian semakin meningkat pada pasien atresia bilier. Oleh karena itu, perlu sekali untuk mendeteksi seawal mungkin gejala penyakit yang satu ini. Adapun metode deteksi dini atresia bilier yang bisa digunakan yakni seperti, pemeriksaan warna feses/tinja dan penggunaan Kartu Warna Tinja (KWT). Warna tinja pada atresia bilier yang sangat khas adalah pucat (warna 1,2 dan 3).

Waktu yang Tepat untuk Berkunjung ke Dokter

Mungkin kamu bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan anak ke dokter. Tapi, tak perlu bingung lagi. Karena kamu bisa membawa bayi dengan gejala kuning abnormal ketika Ikterik muncul dengan onset sejak lahir dan tak kunjung membaik hingga 2 minggu pascapersalinan. Selain itu, saat bayi memiliki warna urin gelap dan feses yang dempul/akolis. Yang terakhir, ketika ada tanda gagal hati berupa perut yang semakin membesar, buang air besar berdarah merah (hematoschezia), muntah darah (hematemesis), buang air besar berdarah hitam (melena), berat badan sulit naik, anak lemah tampak sangat kuning dan kejang.

Ketika menemui berbagai gejala abnormal yang mengarah ke atresia biliaris, kuncinya adalah kecepatan diagnosis dan tak usah ragu untuk segera memeriksakan atau mencari tahu kondisi kesehatan sang buah hati ke para ahli yang lebih handal. Salah satu cara yang bisa dicoba yaitu, dengan menghubungi atau mendatangi langsung dr. Leo Rendy, Sp.B, Subsp.Ped(K) (Dokter Spesialis Bedah konsultan pediatri/Anak) dari RS EMC Sentul atau ke dokter anak terdekat anda.

(mdk/)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.