Kenali Pola Makan Tepat bagi Pasien Gangguan Pernapasan saat Pandemi COVID-19
Pada pasien gangguan pernapasan, mengonsumsi gizi seimbang bisa mencegah terjadinya hal-hal buruk yang diakibatkan kondisi tersebut. Dokter gizi, dr Dedyanto Henky Saputra M Gizi AIFO-K menyebut pola makan itu dengan keragaman porsi.
Kebutuhan nutrisi kita sehari-hari merupakan hal yang harus diperhatikan. Baik pada pasien yang sehat maupun pasien yang mengalami gangguan pernapasan, pola makan ini merupakan hal yang perlu diperhatikan.
Pasalnya, ketika kita menghilangkan satu sumber makanan tertentu, terlebih oleh mereka yang sedang diet. Padahal, dengan memerhatikan asupan nutrisi makro dan mikro, membantunya memeroleh berat badan ideal.
Pada pasien gangguan pernapasan, mengonsumsi gizi seimbang bisa mencegah terjadinya hal-hal buruk yang diakibatkan kondisi tersebut. Dokter gizi, dr Dedyanto Henky Saputra M Gizi AIFO-K menyebut pola makan itu dengan keragaman porsi.
"Tapi seringkali kita secara keragaman tidak seimbang. Makan karbohidratnya kebanyakan tapi proteinnya kurang, atau vitamin mineralnya tidak tercukupi," kata pria yang juga Medical General Manager Kalbe saat melakukan siaran langsung di Instagram @KalbeGroup beberapa waktu lalu.
Sayangnya, jarang ada yang menyadari bahwa pola makan yang seperti itu kurang tepat. Malah seringnya merasa sehat, tapi tak tahunya kebiasaan kayak begitu punya dampak yang tidak main-main.
"Kita berisiko menjadi manusia yang tidak bugar. Penyakit seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes mudah muncul," katanya.
Menurut Dedy, orang sehat saja banyak yang keragaman di dalam piring makannya tidak pas. Apalagi bagi pasien gangguan pernapasan, dapat dipastikan porsinya seringkali tidak tercukupi.
"Porsinya saja tidak tercukupi, apalagi keragamanannya," terangnya.
Nutrisi untuk Menjaga Berat Badan Ideal
Dijelaskan Dedy, tujuan dari memerhatikan porsi makan adalah untuk menjaga berat badan agar dalam keadaan ideal. Demi mendapatkannya, porsi makan harus tercukupi terlebih dahulu sehingga penting untuk memenuhi pedoman gizi seimbang dalam porsi makan.
Sehingga yang terdapat di dalam piring makan tidak hanya nasi dan lauk saja, tapi ada sayur yang ditambah buah dan air putih. Yang semua ini mengandung nutrisi makro dan mikro.
Diakui Dedy, tidak semua orang bisa belanja dan masak sendiri. Beberapa orang bisa terpaksa beli. Bila kondisi seperti ini, memang agak susah untuk memerleh keragaman saat makan.
Dedy, mengatakan, tak ada salahnya untuk menambahkan suplemen makanan. Ingat, suplemen makanan banyak jenisnya.
"Biasanya yang terpikirkan adalah tablet dan kapsul, padahal ada suplemen lain yang kandungannya berupa karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan mineral, salah satunya minuman serbuk atau susu.
Dalam kesempatan yang sama, Product Manager Kalbe, Mindo Fuji Gloria S Farm Apt, menjelaskan, pada kondisi tertentu seseorang tidak bisa mencapai kebutuhan gizi harian. Baik dari penyediiaan makanan maupun keragamannya.
Kondisi tersebut, kata Mindo, dapat dibantu dengan mengonsumsi oral nutritional supplements (ONS) --- yang salah satunya berbentuk susu.
"Kebutuhan nutrisi setiap orang itu berbeda, apalagi untuk penderita gangguan pernapasan. Kalbe sendiri punya ONS yang bsia jadi bahan tambahan nutrisi yang namanya Pulmosol," kata Mindo.
Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com