Kanker kulit bahkan bisa disebabkan karena kebiasaan merokok
Merokok bukan hanya menyebabkan kulit keriput, penyakit jantung, atau kanker paru-paru, tetapi juga kanker kulit!
Merokok bukan hanya menyebabkan kulit keriput, penyakit jantung, atau kanker paru-paru, tetapi juga kanker kulit jenis tertentu, demikian ungkap sebuah studi terbaru dari para ahli.
Lebih dari 3,5 juta kasus kanker kulit di Amerika setiap tahun menjadikannya sebagai jenis kanker yang paling umum menyerang manusia. Meskipun kanker kulit basal cell carcinoma dan squamous cell carcinoma selama ini dinilai tidak mematikan dibandingkan melanoma, namun para peneliti menyatakan kedua jenis tersebut kini mulai semakin banyak ditemukan.
Di dalam penelitian terbaru, tim ahli dari Fiona Bath-Hextall of the University of Nottingham menghubungkan pengaruh tembakau dengan kanker basal dan squamos cell yang muncul di lapisan kulit paling luar. Mereka menemukan perokok tidak memiliki risiko terserang kanker basal cell, namun pada squamos cell, risiko terkena kanker tersebut justru muncul sebesar 52%.
Selama ini, kanker kulit biasanya disebabkan karena sinar UV. Namun mengenai pertanyaan apakah merokok benar-benar mampu meningkatkan risiko kanker kulit jenis squamos cell atau tidak, para ahli belum bisa menyimpulkan, sebab studi mereka hanya berdasarkan observasi dari penelitian yang sudah ada.
Seperti yang dilansir dari Reuters (21/06), kanker kulit yang paling jarang namun mematikan, melanoma, justru diketahui tidak ada hubungannya dengan kebiasaan merokok.
Meskipun demikian, para ahli sayangnya belum bisa menjelaskan alasan mengapa kebiasaan merokok mampu memicu kanker kulit jenis squamos cell. Mereka berharap dalam penelitian mendatang akan ada jawaban yang jelas tentang hal itu.