Jangan Ragu, Hasil Penelitian Vaksin Sinovac dan Sinopharm Efektif Lawan Varian Delta
Hasil penelitian peneliti China di Guangzhou tersebut diatas, menunjukkan: 59,0 persen dapat mencegah COVID-19 bergejala, 70,2 persen mencegah COVID-19 gejala sedang, dan 100 persen mencegah COVID-19 gejala berat
Meski sudah digunakan secara masif, namun penelitian tentang ‘efikasi’ vaksin atau tingkat kemanjuran dan/atau kemampuan vaksin dalam memberikan manfaat bagi individu yang divaksinasi, masih terus dilakukan.
Melansir dari Liputan6.com, diantara berbagai macam vaksin yang telah digunakan, baru-baru ini peneliti China mempublikasikan hasil temuan terkait efikasi vaksin inaktif (Sinovac dan Sinopharm) untuk melawan varian Delta di Guangzhou.
Penelitian dengan judul “Efficacy of Inactivated SARS-CoV-2 Vaccines Against the Delta Variant Infection in Guangzhou: A Test-Negative Case-Control Real-World Study” menunjukkan bahwa vaksin Sinovac dan Sinopharm efektif terhadap varian Delta, yakni varian yang pertama kali terdeteksi di India dan sebuah studi menunjukkan bahwa mutan virus ini empat kali lebih menular daripada varian sebelumnya.
Hasil penelitian peneliti China di Guangzhou tersebut diatas, menunjukkan:
59,0 persen dapat mencegah COVID-19 bergejala,
70,2 persen mencegah COVID-19 gejala sedang, dan
100 persen mencegah COVID-19 gejala berat
Penelitian itu menggunakan Vaksin Sinovac sebanyak 61,3 persen sedangkan Vaksin Sinopharm sebanyak 27,5 persen.
Adapun penelitian lain yang menunjukkan efektivitas vaksin Sinovac dan Sinopharm dalam melawan varian Delta, berjudul “Effectiveness of Inactivated COVID-19 Vaccines Against COVID-19 Pneumonia and Severe Illness Caused by the B.1.617.2 (Delta) Variant: Evidence from an Outbreak in Guangdong, China”. Dimana penelitian tersebut menunjukkan bahwa efektivitas vaksin Sinovac dan Sinopharm mencapai 69,5 persen dalam mencegah pneumonia akibat COVID-19, serta 100 persen mencegah COVID-19 gejala berat. Persentase vaksin yang digunakan pada penelitian tersebut pun sejumlah 51,29 persen untuk Sinovac dan 48,69 persen untuk Sinopharm.
Kedua jenis vaksin yakni Sinopharm dan Sinovac adalah vaksin Corona yang diproduksi dengan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan. Sinovac sendiri merupakan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi CoronaVac asal Beijing, China. Sedangkan Sinopharm merupakan vaksin COVID-19 buatan China National Pharmaceutical Group, ialah perusahaan farmasi milik pemerintah China.
Liputan6.com/Ade Nasihudin Al Ansori
(mdk/ttm)