LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Intermittent Fasting Bisa Tingkatkan Metabolisme Lemak dan Mencegah Penyakit Tertentu

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa intermittent fasting ini bisa membantuk meningkatkan metabolisme lemak. Hal ini juga bisa menyebabkan perubahan di dalam tubuh yang mencegah munculnya penyakit tertentu.

2020-03-18 19:00:00
Fakta kesehatan
Advertisement

Intermittent fasting merupakan salah satu pola makan yang disebut memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Pola makan ini juga disebut sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

Dilansir dari Medical Daily, penelitian terbaru menunjukkan bahwa intermittent fasting ini bisa membantuk meningkatkan metabolisme lemak. Hal ini juga bisa menyebabkan perubahan di dalam tubuh yang mencegah munculnya penyakit tertentu.

Hasil temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Cell Reports. Disebutkan bahwa pola makan ini bisa memprogram ulang protein hati termasuk protein yang berperan penting pada sejumlah kasus biologis di dalam organ, termasuk hati.

Advertisement

Peneliti menggunakan cara analisis data baru untuk melihat bagaimana pola makan ini mempengaruhi hati secara langsung dan mencegah penyakit. Mereka juga mengumpulkan data menggunakan teknik khusus bernama multi-Omics.

"Pendekatan multi-Omics ini memberi pandangan kita mengenai sistem biologis. Kita bisa membangun model yang sangat tepat dengan mengumpulkan semua bagian yang bergerak," terang John O’Sullivan dari Royal Prince Alfred Hospital.

Advertisement

Pada tes yang dilakukan terhadap tikus, intermittent fasting menyebabkan perubahan pada protein HNF4- (alfa), yang mengakut gen hati.
.
"Untuk pertama kalinya kita mengetahui bahwa HNF4- (alfa) terhambat selama intermittent fasting. Hal ini berdampak langsung berupa menurunnya protein darah pda peradangan atau berdampak pada sintesis emperdu," terang Mark Larance dari University of Sydney.

"Hal ini membantu menjelaskan sejumlah fakta yang diketahui terkait intermittent fasting," sambungnya.

Pola makan ini juga memicu perubahan metabolisme asam lemak di dalam hati. Peneliti mengungkap bahwa perubahan ini bisa membantu meningkatkan toleransi glukosa serta mengatur diabetes.

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.