LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Ini Waktu Kapan ASI Ibu Baru Melahirkan Bakal Keluar Lebih Deras

Dokter konselor laktasi dan CIMI (Certified Infant Massage Instructor), dr Ameetha Drupadi, mengatakan bahwa ASI umumnya baru keluar tiga hari setelah bayi dilahirkan.

2019-11-14 16:25:00
Menyusui
Advertisement

Salah satu masalah yang biasa menyebabkan kepanikan bagi ibu baru adalah ketika air susu ibu (ASI) tidak keluar. Hal ini bisa menjadi penyebab munculnya stres pada seorang ibu.

Dokter konselor laktasi dan CIMI (Certified Infant Massage Instructor), dr Ameetha Drupadi, mengatakan bahwa ASI umumnya baru keluar tiga hari setelah bayi dilahirkan.

Namun, inisiasi menyusui dini perlu dilakukan dalam kurun waktu satu jam setelah melahirkan. Gunanya, untuk merangsang munculnya ASI yang matang.

Advertisement

Dokter konselor laktasi itu mengungkapkan bahwa Air Susu Ibu atau ASI umumnya keluar tiga hari setelah bayi dilahirkan. Namun inisiasi menyusui dini perlu dilakukan dalam kurun waktu satu jam setelah melahirkan.

Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini Sebelum ASI Keluar

Jadi, lanjut Ameetha, meskipun ASI belum benar-benar keluar sebelum tiga hari, penting untuk mulai menyusui karena produksinya tergantung pada pola hisapan bayi.

Advertisement

Jadi buat para ibu, ketika sedang hamil, sudah mendapat informasi dan pengetahuan tentang menyusui itu akan lebih baik. Akan lebih berhasil menyusuinya, kata Ameetha.

Instruktur bersertifikat itu menekankan bahwa setelah melahirkan, ibu akan mengalami perubahan pola aktivitas, seperti dari yang dulunya memiliki jadwal teratur akan disibukkan dengan menyusui.

Selain itu, akan terjadi perubahan hormon juga. Hormon kehamilan akan digantikan dengan hormon menyusui.

Perubahan fisik yang terjadi ini bisa menyebabkan terjadinya perubahan kondisi emosional juga. Oleh karena itu, ibu yang sudah belajar sejak pra-melahirkan akan lebih siap menghadapi masa-masa perubahan itu.

Penulis : Selma Vandika
Sumber: Liputan6.com

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.