LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Ini Penyebab Masih Belum Maksimalnya Tumbuh Kembang Anak Down Syndrome di Indonesia

Selama ini, tumbuh kembang anak down syndrome di Indonesia dianggap masih kurang maksimal. Kemandirian anak sindrom down (down syndrome) sangat ditentukan oleh pengasuhan orangtua dan keluarga. Sayang, masih banyak orangtua yang membiarkan mereka tumbuh ala kadarnya.

2019-07-25 08:00:00
Kesehatan Anak
Advertisement

Selama ini, tumbuh kembang anak down syndrome di Indonesia dianggap masih kurang maksimal. Kemandirian anak sindrom down (down syndrome) sangat ditentukan oleh pengasuhan orangtua dan keluarga. Sayang, masih banyak orangtua yang membiarkan mereka tumbuh ala kadarnya.

Hal ini diungkapkan oleh Susianah Affandy, Komisioner bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dia mengatakan, KPAI menemukan setidaknya ada dua faktor penyebab tumbuh kembang yang tidak maksimal pada anak down syndrome.

Pertama, tidak adanya pengetahuan dan pemenuhan hak-hak anak disabilitas pada orangtua.

Advertisement

"Faktor inilah yang menyebabkan anak-anak down syndrome sampai dewasa tidak memiliki kemandirian mulai dari merawat dirinya seperti mandi, makan, ganti baju dan lain sebagainya, sampai menjalankan fungsi sosialnya," kata Susianah.

Selain itu, masalah lain yang menjadi perhatian adalah kemiskinan. Seringkali, hal tersebut membuat proses tumbuh kembang anak sindrom down terhambat.

"Anak down syndrome membutuhkan sarana dan prasarana dalam proses tumbuh kembang dan pemenuhan haknya, " tambahnya.

Advertisement

Dia menambahkan, di pedesaan, kehadiran anak sindrom down masih dianggap oleh sebagian besar masyarakat kerap sebagai aib atau kutukan. Sehingga, masih ditemukan kasus penyekapan atau pemasungan anak berkebutuhan khusus.

Pemerintah diminta punya peran dalam menangani masalah sosial yang banyak menimpa anak dengan sindrom down. Salah satu yang terpenting adalah di bidang pendidikan.

KPAI meminta pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi pendidikan sindrom down. Selama ini, sistem yang ada pada pendidikan inklusi bagi anak sindrom down terlihat dipaksakan.

"Harusnya sistem pendidikan yang menyesuaikan diri dengan kondisi anak-anak down syndrome, " kata Susianah.

Dia menambahkan, pendidikan inklusi bagi anak sindrom down juga harus didukung oleh ketersediaan tenaga pendidikan yang ramah anak dan memiliki keahlian dalam proses pembelajaran khusus anak down syndrome.

Terhadap mereka yang mengenyam pendidikan sampai jenjang SMU, pemerintah diminta menyediakan akses ketrampilan dengan tujuan anak-anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang.

"Saat ini banyak anak down syndrome yang mengembangkan ketrampilan seperti tata boga, tata busana dan home industry namun hanya terbatas di kota besar, belum menyebar ke seluruh nusantara," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: liputan6.com

Baca juga:
Begini Cara Memberi Edukasi Seks yang Tepat Bagi Anak Sesuai Usia Mereka
Kondisi Hipotiroid pada Anak Bisa Sebabkan Masalah Keterbelakangan Mental
Orangtua Miliki Peran Besar agar Anak Tidak Pilih-Pilih Makanan
WHO Temukan Banyak Makanan Bayi Mengandung Terlalu Banyak Gula dan Pemanis Buatan
Begini Cara Mencegah Bayi Lahir dengan Bibir dan Lelangit Sumbing
Presiden Jokowi Jamin Kesehatan Ibu dan Bayi

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.