LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Ini Penyebab Bayi Sering Gumoh Setelah Makan

"Gumoh itu karena ada imaturitas atau belum matangnya fungsi saluran cerna pada bayi. Salah satunya karena pintu antara kerongkongan dengan lambung belum sempurna," kata dokter spesialis anak subspesialis saluran pencernaan, Badriul Hegar.

2019-01-04 08:12:00
Kesehatan Bayi
Advertisement

Setelah makan atau minum asi, salah satu hal yang sering terjadi adalah gumoh atau biasa regurgitasi dalam medis. Gumoh sendiri merupakan keadaan fisiologis yang sering ditemukan pada bayi terutama di bawah 12 bulan dan khususnya di bawah enam bulan.

"Gumoh itu karena ada imaturitas atau belum matangnya fungsi saluran cerna pada bayi. Salah satunya karena pintu antara kerongkongan dengan lambung belum sempurna," kata dokter spesialis anak subspesialis saluran pencernaan, Badriul Hegar.

"Kondisi tersebut membuat makanan jadi mudah kembali ke atas," kata Hegar melanjutkan usai bincang-bincang Kenali Keunikan Saluran Cerna Anak Untuk Nutrisi yang Optimal di Gedung IDAI, kawasan Salemba, Jakarta Pusat, belum lama ini

Advertisement

Namun, para orangtua tidak perlu panik bila bayi gumoh sebanyak satu sampai empat kali sehari, karena itu adalah hal normal pada bayi. Seiring bertambahnya usia bayi, kata Hegar, kondisi fisiknya makin matang, sehingga frekuensi dan volume gumoh akan berkurang.

Normalnya, sekitar 80 persen bayi di bawah satu bulan akan gumoh sebanyak empat kali sehari. Lalu, ada 40 persen bayi usia 5-6 bulan akan mengalami gumoh. Jumlah persentase bayi gumoh lalu akan menurun hanya 3-10 persen bayi di usia 12 bulan.

Hegar mengungkapkan banyak ibu yang panik mendapati buah hatinya yang sering gumoh. Asalkan frekuensi gumoh tidak berlebihan dan kondisi bayi baik itu masih normal.

Advertisement

"Gumoh atau regurgitasi harus dipahami oleh setiap ibu, bahwa itu normal. Dari mana tahu normal? Kalau bayi happy dan berat badan naik," jelasnya.

Bila bayi gumoh lebih dari empat kali sehari, bisa melakukan beberapa intervensi. Pada bayi yang minum ASI eksklusif, usai menyusu posisikan dia dengan cara tepat salah satunya dengan memperbaiki posisi tidurnya telentang 60 derajat.

"Kalau bayi telah mendapat sufor (susu formula) boleh dengan thickening milk," kata Hegar.

Thickened milk dapat dibuat melalui modifikasi dengan cara mencampurkan 5 gram tepung beras (1 sendok takar) ke dalam 100 ml susu formula. Thickened formula telah dibuktikan dapat mengurangi gumoh dan memperpanjang lama tidur. Thickened milk tidak diberikan pada bayi yang mendapat ASI eksklusif seperti dikutip laman IDAI.

"Namun, jika dia gumoh lebih dari empat kali lalu sudah coba diatur posisi tidur atau thickening milk, silakan tanya ke dokter apakah ada sesuatu yang di luar biasanya," tuturnya.

"Tapi kalau di bawah tiga kali sehari gumoh santai saja, ngapain ke dokter," tutupnya.

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemberian ASI Bisa Buat Bayi Lebih Cerdas
Ibu Hamil yang Gondongan Perlu Waspada, Terutama Jika Mengandung Anak Laki-laki
Biasa Dialami Anak-Anak, Apa Sih Sebenarnya Separation Anxiety itu?
Ini Bahaya Memupuri Buah Hati dengan Bedak Bayi
Inilah rumusan gizi seimbang untuk anak
Jangan ragu biarkan si kecil bertelanjang kaki, berikut manfaatnya
Tak hanya lucu, ternyata tindik telinga pada bayi juga berbahaya
Manfaat bertelanjang kaki untuk si bayi
Inilah penyebab anak enggan makan buah dan sayur

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.