IMRT, radiasi terbaik untuk kanker prostat
IMRT adalah jenis terapi radiasi yang menyinari tumor dari berbagai sudut tumor untuk menghancurkan sel-sel kanker.
Para ahli selalu giat mengembangkan berbagai macam perawatan bagi para penderita kanker prostat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Salah satunya adalah proton therapy, teknik yang lebih baru dari IMRT untuk mengobati pasien kanker prostat yang masih dini.
IMRT (intensity modulated radiation therapy) sendiri adalah jenis terapi radiasi yang menyinari tumor dari berbagai sudut tumor untuk menghancurkan sel-sel kanker pada pasien. Sementara proton therapy lebih pada penembakan proton yang bergerak melalui tubuh dan berinteraksi dengan elektron untuk melepaskan energi dan memberikan dosis tinggi radiasi pada sel-sel kanker.
Selama ini, pasien kanker prostat pada gejala dini memang biasa menjalani IMRT untuk pengobatan penyakit mereka. Berbagai penemuan baru untuk perawatan kanker prostat sebenarnya tidak sedikit, namun jarang ada para ahli yang sengaja membandingkan kebaikan antara jenis perawatan yang lama dengan yang terbaru.
Para ahli dari UNC Lineberger Comprehensive Cancer Center di Chapel Hill pun membandingkan keefektifan IMRT dan proton therapy dalam pengobatan kanker prostat. Hasilnya, sebanyak 30% pasien yang menjalani proton therapy ternyata mengalami efek samping yang buruk bagi tubuhnya. Para ahli pun menyimpulkan bahwa IMRT masih menjadi metode perawatan yang terbaik untuk pasien kanker prostat pada gejala dini.
Selain itu, IMRT juga tetap dianggap sebagai terapi radiasi yang lebih baik daripada conformational therapy. Sebab pasien yang menjalani conformational therapy masih harus menjalani berbagai perawatan tambahan yang lain.
Meskipun demikian, ada juga pihak yang tidak menyetujui dengan hasil studi ini.
"Penelitian ini tidak begitu meyakinkan, dan tidak ada pernyataan untuk melakukan penelitian yang berikutnya. Kami selalu menganjurkan bahwa pasien kanker prostat harus punya pekerjaan rumah sendiri, berbicara dengan dokter mereka dan membuat keputusan mereka sendiri, keputusan yang tepat sesuai dengan semua faktor termasuk usia mereka, mereka hasil tes kesehatan dan kondisi psikologis mereka," terang Leonard Arzt, direktur dari National Association for Proton Therapy, seperti yang dikutip dari CBS News (19/04).
(mdk/riz)