Faktor gizi pengaruhi penurunan jumlah sperma?
Asupan makanan sangat berpengaruh terhadap produksi sperma.
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa diet dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi. Penelitian ini telah dipresentasikan di pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine, di San Diego.
Para peneliti menemukan adanya penurunan jumlah sperma pria di seluruh dunia pada abad ke-20. Masalah kesuburan ini diprediksi akan berlanjut sampai awal abad ke-21. Apa penyebabnya?
Salah satu hipotesis menyebutkan bahwa faktor lingkungan, termasuk masalah obesitas. Namun, hipotesis tersebut tidak didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard. Mereka menemukan bahwa asupan karbohidrat tidak memiliki dampak pada mobilitas atau sperma.
Studi selanjutnya yang dikemukakan oleh peneliti dari University of Texas Southwestern Dallas menyatakan:
"Faktor gizi sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma pria," kata Lona Sandon, asisten profesor nutrisi klinis di University of Texas Southwestern Dallas, Amerika, seperti dilansir Health.com, (26/10).
Dua penelitian lain lebih memperhitungkan faktor-faktor yang menyebabkan penurunan produksi sperma, seperti merokok, alkohol, berat badan, dan kafein.
Beberapa studi menunjukkan hasil yang berbeda. Itu lumrah! Hal ini memang kerap terjadi ketika berhubungan dengan masalah ilmiah. Namun, setidaknya Anda tahu bahwa obesitas memiliki dampak buruk bagi kesehatan reproduksi, baik pada pria maupun wanita.