LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Dokter Paru Ungkap Apakah Rokok Elektrik Lebih Baik Dibanding Rokok Konvensional

Dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengatakan dirinya mengapresiasi apabila orang tersebut mampu benar-benar berhenti merokok dengan cara tersebut. Namun dengan syarat, tidak malah keterusan menggunakan rokok elektronik.

2020-01-28 08:00:00
Paru-Paru
Advertisement

Bagi banyak orang, rokok elektrik bisa jadi pengganti rokok konvensional yang sebelumnya mereka konsumsi. Beberapa orang bahkan mengaku bahwa konsumsi rokok elektronik ini bisa membantu mereka berhenti merokok.

Terkait hal tersebut, dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengatakan dirinya mengapresiasi apabila orang tersebut mampu benar-benar berhenti merokok dengan cara tersebut. Namun dengan syarat, tidak malah keterusan menggunakan rokok elektronik.

"Kalau dia pakai rokok elektrik kemudian dia berhenti menggunakan rokok konvensional itu bagus. Tapi selanjutnya, rokok elektroniknya juga harus berhenti," kata Agus pada Health Liputan6.com di kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Advertisement

Walaupun begitu pada kenyataannya, ada banyak orang yang mengganti rokok konvensional menjadi rokok elektrik dan keterusan menggunakannya.

"Itu namanya dia mengalihkan penggunaan rokok. Itu yang tidak betul. Artinya bahaya rokok akan muncul. Yang namanya alat bantu kan begitu dia berhenti ya berhenti juga alat bantunya."

Advertisement

Dokter Paru Sebut Tetap Berbahaya

Agus mengatakan bahwa rokok elektrik juga punya bahaya seperti rokok konvensional. Salah satu kandungan yang tetap ada pada rokok elektrik ini adalah nikotin.

"Pada prinsipnya semua jenis rokok atau tembakau itu berbahaya bagi kesehatan. Karena kandungannya sudah jelas," kata Agus.

Agus mengungkapkan, ada beberapa kandungan yang dicurigai menjadi penyebab penyakit yang beberapa waktu lalu merebak di Amerika Serikat. Mereka adalah Tetrahydrocannabinol (THC) yang tidak ada di Indonesia, serta vitamin E asetat dan komponen minyak.

"Untuk vitamin E dan komponen minyak itu cukup banyak ditemukan di rokok elektrik atau vape yang beredar di Indonesia," kata Agus.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.