Diskriminasi bikin orang gemuk sulit turunkan berat badan
Melakukan diskriminasi tak bisa memotivasi orang gemuk untuk menurunkan berat badan, namun malah menyulitkan mereka.
Melakukan diskriminasi pada orang gemuk karena berat badan mereka tak hanya menyakiti mereka secara psikis, tetapi juga secara fisik. penelitian mengungkap bahwa orang gemuk yang mengalami diskriminasi akan semakin kesulitan menurunkan berat badan dan cenderung menjadi obesitas.
Dibandingkan dengan orang gemuk yang tak mengalami diskriminasi, orang yang mengalami diskriminasi 2,5 kali lebih mungkin untuk mengalami obesitas dan sulit menurunkan berat badan, ungkap peneliti.
"Diskriminasi sangat menyakitkan dan juga memiliki efek pada kesehatan fisik," ungkap ketua peneliti Angelina Sutin dari Florida State University, seperti dilansir oleh US News (24/07).
Berdasarkan Sutin, kebanyakan orang mengira bahwa dengan mengejek dan melakukan diskriminasi pada orang gemuk mereka bisa memotivasi mereka agar menurunkan berat badan. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.
Hal ini juga didukung oleh pendapat salah satu ahli yang mengatakan bahwa melakukan diskriminasi bisa menghancurkan kepercayaan diri seseorang dan membuat mereka lebih sulit untuk membuat perubahan terhadap diri mereka.
"Aku harus bekerja keras selama beberapa tahun untuk membantu pasien yang datang padaku dalam konseling kesehatan dan manajemen berat badan. Diskriminasi dalam masyarakat kita sesungguhnya adalah tambahan luka bagi mereka," ungkap Dr David Katz dari yale University Prevention Research Center.
Penelitian ini dilakukan oleh Sutin dan koleganya terhadap 6.000 orang pada tahun 2006 dan tahun 2010. Mereka menemukan bahwa orang yang mengalami diskriminasi berat badan pada tahun 2006 memiliki risiko 2,5 kali lebih besar mengalami obesitas pada tahun 2010.
(mdk/kun)