LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Demi Kebugaran di Bulan Ramadan, Penting untuk Tetap Lakukan Latihan Fisik

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Andhika Raspati mengatakan, bugar itu lebih dari sekedar sehat. Anda tidak mudah ngos-ngosan, otot-otot Anda pun tak mudah loyo.

2021-04-28 08:00:00
Ramadan
Advertisement

Melakukan aktivitas fisik sehari-hari seperti mengepel, jalan kaki, serta menyarankan disarankan untuk dilakukan di bulan Ramadan demi kesehatan. Walau begitu, demi kebugaran, penting juga untuk melakukan latihan fisik atau olahraga,

Dilansir dari Antara, Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Andhika Raspati mengatakan, bugar itu lebih dari sekedar sehat. Anda tidak mudah ngos-ngosan, otot-otot Anda pun tak mudah loyo. Penelitian menunjukkan tubuh yang bugar bisa membantu Anda terhindar dari berbagai penyakit dan menurunkan risiko Anda terkena penyakit jantung dan diabetes.

"(Menjaga) komposisi tubuh tetap optimal, otot enggak kempes sehingga masuk lebaran ketemu nastar, opor, otot masih tinggi alhasil metabolisme enggak jadi rendah, enggak gampang gemuk lagi. Tetapi pertimbangkan jaga porsi," kata dia.

Advertisement

Namun, seperti yang telah Andhika utarakan sebelumnya, pertimbangkan durasi dan waktu latihan Anda. Untuk durasi, dokter spesialis kedokteran olahraga sekaligus staf pengajar di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Listya Tresnanti Mirtha menyebutkan durasi 10-15 menit setelah sahur atau 30 menit menjelang waktu berbuka puasa, dengan frekuensi tiga kali dalam satu minggu.

"Intesitas latihan juga lebih ringan dari biasanya, waktu dibuat lebih singkat dan jenis latihan diutamakan yang bersifat aerobik," ujar dia.

Advertisement

Puasa Bisa Turunkan Kadar Gula Darah dan Glikogen

Saat berpuasa, kadar gula darah dan glikogen menurun. Tubuh membutuhkan waktu beradaptasi penggunaan zat lemak sebagai sumber energi dari yang semula memanfaatkan gula.

Di sisi lain, kadar cairan tubuh juga menipis dan jam tidur berubah karena Anda harus bangun sahur. Perhatikan asupan cairan Anda, setidaknya 2 liter atau 8 gelas per hari yang bisa dibagi sejak berbuka puasa hingga menjelang imsak.

Melakukan latihan fisik atau olahraga ini disebut tak hanya berdampak bagi kebugaran fisik saja. Hal ini juga diharap bisa berdampak positif bagi kesehatan mental.

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.