Cara memasak daging merah pengaruhi risiko kanker
Sebuah penelitian terbaru menyebutkan daging merah yang digoreng meningkatkan risiko kanker prostat.
Apakah Anda suka makan daging merah yang digoreng? Jika iya, sebaiknya kurangi konsumsi tersebut mulai sekarang. Sebab sebuah penelitian terbaru menyebutkan daging merah yang digoreng meningkatkan risiko kanker prostat.
Seperti yang dilansir dari My Health News Daily (13/08), makan steak juga disebut lebih menyehatkan daripada burger. Hal ini dikarenakan proses pengolahan daging merah pada burger adalah dengan cara digoreng. Demikian menurut para peneliti dari University of Southern California's Keck School of Medicine.
Daging merah yang digoreng menghasilkan senyawa olycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs) dan heterocyclic amines (HCAs). Kedua komponen itu dihasilkan dari daging merah yang dimasak dengan suhu tinggi. PAHs dan HCAs terbukti menjadi penyebab kanker pada hewan. Selain itu, keduanya juga ditemukan dalam rokok.
PAHs sendiri dihasilkan ketika lemak dimasak dengan suhu tinggi. Sementara semakin lama proses memasak daging, maka terbentuklah senyawa HCAs.
"Sudah ada bukti kuat PAHs dan HCAs menyebabkan kanker. Sebab keduanya ditemukan dalam daging merah yang memungkinkan penyakit kanker tertentu, salah satunya prostat," terang Mariana Stern, salah satu peneliti.
Stern menegaskan, cara memasak ini mempengaruhi risiko kanker pada seseorang. Sebab ada penelitian lain yang menyebutkan konsumsi daging merah tidak memicu penyakit kanker.
Sementara itu, untuk mengurangi risiko kanker prostat, daging sebaiknya dipanggang. Namun bukan berarti daging merah panggang lebih menyehatkan. Stern menyarankan konsumsi daging merah tetap dibatasi dan tidak berlebihan.
Seluruh laporan penelitian tersebut pun telah dilaporkan ke dalam jurnal Carcinogenesis via online.
(mdk/riz)