LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Bukan Soda Susu, Ini Cara yang Tepat untuk Bersihkan Paru-Paru Perokok

Kepercayaan mengenai hal itu dibantah oleh dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto kepada Health Liputan6.com. "Sebenarnya itu mitos saja. Pada dasarnya mau minum soda, mau minum apa pun, kalau sudah punya sakit atau racun yang masuk ke dalam paru itu tidak bisa dibersihkan," kata Agus.

2020-01-23 16:00:00
Minuman Bersoda
Advertisement

Banyak orang mempercayai bahwa terdapat cara untuk membersihkan paru-paru bagi perokok. Cara ini diyakini bisa membersihkan paru-paru perokok dari noda yang ditimbulkannya.

Salah satu cara yang dipercayai adalah dengan menggunakan minuman tertentu. Menggunakan minuman berupa soda susu ini dianggap bisa membersihkan paru-paru dari zat sisa asap rokok. Benarkah?

Kepercayaan mengenai hal itu dibantah oleh dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto kepada Health Liputan6.com.

Advertisement

"Sebenarnya itu mitos saja. Pada dasarnya mau minum soda, mau minum apa pun, kalau sudah punya sakit atau racun yang masuk ke dalam paru itu tidak bisa dibersihkan," kata Agus.

Yang Terpenting untuk Bersihkan Paru-Paru

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menyatakan, bahwa yang terpenting adalah dengan menghentikan faktor risikonya yaitu berhenti merokok.

Advertisement

"Dengan berhenti merokok, bahan-bahan yang selama ini masuk juga berhenti. Tapi yang sudah masuk butuh waktu untuk dilepaskan," terangnya.

Agus menambahkan, tidak ada ramuan, minuman, atau bahan-bahan yang benar-benar membersihkan paru-paru perokok. Organ tersebut bisa pulih dengan sendirinya, namun proses itu membutuhkan waktu.

"Beberapa minggu, beberapa tahun, itu baru bisa," ujarnya.

Kondisi ini tergantung dari perokok itu sendiri. Agus mengatakan, apabila perokok belum mengalami sakit, kandungan racun seperti karbondioksida bisa rilis dalam waktu 48 jam. Sementara untuk nikotin bisa bertahan hingga seminggu.

"Dengan berhenti saja secara teori. Terus kalau kita faktor risikonya polusi udara, ya hindari polusi udara. Jadi sejauh ini tidak ada," kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta ini.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.