LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Berenang di Laut Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Kulit pada Seseorang

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa laut ini mungkin mengubah populasi bakteri di kulit dan meningkatkan risiko kita mengalami infeksi. Hasil ini menyokong penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan antara paparan air laut dengan munculnya infeksi.

2019-06-27 16:00:00
Kesehatan
Advertisement

Ketika ke pantai, salah satu kegiatan yang banyak dilakukan adalah berenang di lautan. Namun ternyata terdapat bahaya kesehatan yang mungkin kita peroleh dari kebiasaan ini.

Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa laut ini mungkin mengubah populasi bakteri di kulit dan meningkatkan risiko kita mengalami infeksi. Hasil ini menyokong penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan antara paparan air laut dengan munculnya infeksi.

Kualitas air yang buruk pada banyak pantai juga dihubungkan dengan berbagai macam masalah kesehatan. Beberapa hal yang bisa muncul adalah infeksi telinga, pencernaan, pernapasan, serta tentu saja infeksi kulit.

Advertisement

"Data kami untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa paparan air laut bisa mengubah keberagaman serta komposisi mikroba pada kulit seseorang," ungkap Marisa Chattman Nielsen dari University of California, Irvine.

"Ketika berenang, bakteri normal di kulit kita tersapu sedangkan bakteri dari lautan tetap tinggal di kulit," sambungnya.

Untuk penelitian ini, Nielsen dan timnya mengumpulkan sembilan partisipan dan mengawasi kulit mereka sebelum dan sesudah berenang. Peneliti mengumpulkan sampel bakteri kulit dari kaku partsipan sebelum berenang selama 10 menit di laut, setelah dikeringkan, enam jam setelah berenang, serta pada esok harinya.

Advertisement

Sebelum terpapar air laut, seluruh partisipan memiliki berbagai jenis bakteri yang berbeda pada kulit mereka atau mikroba kulit. Namun setelah berenang, peneliti menemukan bahwa seluruh partisipan memiliki jenis bakteri yang sama di kulit mereka.

Walau begitu, enam jam setelah berenang kondisi mikroba mulai kembali seperti sebelum mereka berenang. Proses ini kemudian terus berlanjut hingga 24 jam selanjutnya.

"Salah satu hal menarik dari temuan ini adalah spesies Vibrio (yang hanya diidentifikasi pada tingkat genus) ditemukan pada setiap partisipan setelah berenang di lautan dan mengeringkan tubuh," jelas Nielsen. Vibrio mencakup bakteri yang menyebabkan kolera.

"Walau banyak Vibrio tidak patogenik, fakta bahwa kita memulihkan mereka di kulit setelah berenang menunjukkan bahwa spesies Vibrio patogenik bisa bertahan di kulit setelah berenang," sambungnya.

Nielsen menyebut bahwa kulit memiliki peran sangat penting untuk melindungi tubuh. Mikroba kulit menyokong sistem imun dan menghalau penyakit serta infeksi.

Baca juga:
Begini Cara Efektif Hadapi Semut Charlie atau Tomcat
Peneliti Temukan Hubungan Antara Meningkatnya Kasus Autisme dengan Makanan Olahan
Anak Demam Setelah Bermain Seharian, Orangtua Tak Perlu Khawatir
Kandungan yang Terdapat di Dalam Kunyit Miliki Khasiat untuk Obati Radang Sendi
Kunyah Makanan Lebih Lama, Cara Mudah untuk Turunkan Berat Badan
Demi Kesehatan Mental, Kita Tak Butuh Lima Hari Kerja Melainkan Lima Hari Libur
Benarkah Luka dari Benda Berkarat Bisa Jadi Penyebab Munculnya Tetanus?
Benarkah Ada Waktu yang Paling Baik untuk Konsumsi Karbohidrat?

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.