LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Bayi yang banyak berkeringat cenderung tak agresif

Bayi yang banyak mengeluarkan keringat ketika merasa takut cenderung bersifat tidak agresif ketika berusia tiga tahun.

2013-05-01 17:05:00
Kesehatan Bayi
Advertisement

Sekilas tampaknya keringat yang dihasilkan oleh bayi tak ada hubungannya dengan sifatnya ketika besar. Namun penelitian menunjukkan bahwa bayi berusia satu tahun yang lebih banyak berkeringat cenderung tidak terlalu agresif ketika berusia tiga tahun.

Hasil ini diketahui setelah peneliti dari Cardiff University melakukan percobaan dengan mengamati jumlah keringat pada kaki bayi ketika bayi dihadapkan dengan hal-hal yang mengganggu mereka, seperti suara keras atau robot.

Dua tahun kemudian, data dikumpulkan dari ibu mereka mengenai perilaku agresif dari anak yang telah diteliti sebelumnya. Mereka menemukan bahwa bayi yang memiliki reaksi kuat terhadap rasa takut dan kemarahan, yang dalam hal ini diperlihatkan melalui banyaknya keringat yang muncul, cenderung tidak agresif pada usia tiga tahun baik secara fisik maupun secara verbal.

Advertisement

Banyaknya keringat yang dihasilkan bayi ketika dihadapkan dengan hal-hal yang mengganggunya menunjukkan besarnya reaksi mereka terhadap rasa takut dan kemarahan.

"Anak yang memiliki respon lebih rendah terhadap rasa takut dan kemarahan cenderung tumbuh menjadi anak yang mudah berperilaku agresif," ungkap Profesor Stefanie van Goozen dari Cardiff University, seperti dilansir oleh BBC (30/04).

Selama ini peneliti mengamati kaitan antara tingkat kepekaan terhadap rasa marah dan takut anak dengan perilaku agresif di masa depan. Tubuh seseorang seharusnya bereaksi ketika dihadapkan dengan rasa takut dan marah, untuk memberikan mereka pelajaran.

Advertisement

Orang yang tidak merasakan reaksi apapun terhadap rasa takut dan kemarahan cenderung tak waspada terhadap akibat dari perilakunya. Inilah yang kemudian memunculkan perilaku agresif, baik secara fisik maupun verbal, terhadap orang lain.

Peneliti beranggapan bahwa besar kecilnya reaksi seseorang terhadap rasa takut juga bisa dipengaruhi oleh gen dan lingkungan tempatnya tumbuh.

(mdk/kun)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.