LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Banyak yang Tak Paham Risiko Pernikahan Dini, Kenali Bahaya yang Mungkin Ditimbulkan

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan masih banyak remaja yang tidak tahu risiko pernikahan dini atau perkawinan anak. Padahal, isu tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi masalah demografi di Indonesia.

2019-07-07 14:00:00
Kesehatan
Advertisement

Salah satu masalah yang masih sulit diatasi di Indonesia adalah mengenai pernikahan dini di kalangan remaja. Masih banyak yang tak memahami hal ini dan mengetahui bahaya yang sesungguhnya bisa ditimbulkan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan masih banyak remaja yang tidak tahu risiko pernikahan dini atau perkawinan anak. Padahal, isu tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi masalah demografi di Indonesia.

"Masih banyak anak-anak SMA yang tidak tahu tentang faktor risiko pernikahan dini atau perkawinan anak seperti kanker mulut rahim. Banyak yang belum tahu," kata Hasto ditemui Health Liputan6.com, usai pelantikannya di Kantor BKKBN.

Advertisement

Sebagai seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Hasto menjelaskan, ketika seorang wanita berusia 18 tahun maka rahim masih mudah terpapar kanker bila ia sudah aktif berhubungan seksual. Padahal, edukasi semacam itu dinilai bisa disosialisasikan dengan mudah oleh para remaja.

Hasto mengatakan, edukasi semacam ini perlu dilekatkan ketika ada sebuah diskusi, perdebatan, atau sosialisasi terkait pernikahan dini.

"Kalau bisa, diskusi itu berdasarkan proses biologis ya. Jadi, ketika kita berdebat tentang pernikahan dini, mbok kita itu mempertimbangkan tentang proses biologis, faktor risiko, seperti kanker mulut rahim, harus kita sosialisasikan," terangnya.

Advertisement

Hasto menerangkan untuk menghadapi masalah semacam ini, program generasi berencana (GenRe) bisa penting untuk disosialisasikan pada remaja, terkait pencegahan pernikahan dini.

Dalam keterangan pers, Hasto mengatakan fokus BKKBN ke depan adalah bagaimana menghadapi bonus demografi. Hasto menjelaskan saat ini, satu penduduk yang tidak produktif ditanggung oleh dua orang produktif.

"Tapi ingat, penduduk produktif itu identik dengan penduduk yang konsumtif. Dia bisa jadi berkah bisa jadi musibah, karena itu saya kira fokusnya di situ," tambahnya.

Selain itu, ia menilai bahwa saat ini untuk membentuk keluarga yang sejahtera orientasinya sudah bergeser kepada kebahagiaan.

"Kalau saya sih itu yang saat ini penting," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Cara Efektif untuk Mengatasi Mata Lelah dan Kering
Kelelahan yang Dialami oleh Ibu Hamil Bisa Picu Persalinan Lebih Cepat
Duduk Menonton Televisi Bisa Timbulkan Bahaya Lebih Besar Dibanding Duduk di Kantor
Pasien Hepatitis A Sebenarnya Tak Perlu Masuk Rumah Sakit Kecuali Ada Kondisi Khusus
Faktor Genetik Jadi Hal yang Paling Penting untuk Mengetahui Usia Menopause
Ketahui Hal yang Penting Dilakukan oleh Orangtua Usai Anak Menjalani Sunat

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.