Bangun dari koma, remaja ini mendadak kecanduan keju
Setelah koma beberapa hari dan akhirnya terbangun, remaja ini tiba-tiba kecanduan keju.
Seorang ibu di Chesterfield, Inggris, menceritakan bagaimana anak laki-lakinya yang terbangun dari koma tiba-tiba kecanduan keju.
Pada bulan Juni tahun lalu, Kai Thomas, 15, mendadak mengalami perdarahan otak yang mengancam jiwanya. Dia pun kemudian menjalani operasi untuk mengurangi tekanan pada otaknya dan dokter di Rumah Sakit Anak Sheffield menempatkannya dalam keadaan koma selama sembilan hari sehingga dia bisa sembuh.
Ketika dia terbangun, dia tidak dapat bergerak atau berbicara, sebagai akibat dari trauma otak yang dialaminya. Selama dia melakukan terapi untuk mengembalikan kemampuannya untuk berjalan dan berbicara, Kai kemudian menunjukkan beberapa efek samping yang tidak biasa dari operasinya.
Kai menjadi begitu terobsesi pada keju. Dia bahkan bisa menghabiskan beberapa blok keju dalam sehari dan juga menambahkan itu ke serealnya.
"Dia kecanduan keju dan dia tidak bisa berhenti," kata ibunya Tracey, 35, kepada Daily Mail (16/3).
Tracey mengungkap bahwa insiden itu terjadi pada bulan Juni tahun lalu. Sepulang dari sekolah, putranya tampak menggosok-gosok kepalanya dan tiba-tiba ambruk. Dia lantas membawa anaknya ke rumah sakit dan dokter segera melakukan scan pada Kai.
Hasilnya menunjukkan bahwa Kai mengalami perdarahan otak. Untuk menyelamatkan nyawa Kai, tim medis menghabiskan waktu enam jam di ruang operasi untuk membedah otaknya.
Sembilan hari kemudian Kai terbangun dengan tatapan kosong dan dia tidak bisa bicara. Dokter mengatakan bahwa trauma pada otaknya dan efek samping dari operasi telah menyebabkan kemunduran pada tubuhnya. Kai juga kehilangan kemampuannya dalam berbicara dan bergerak.
Beruntung, kondisinya mulai berangsur-angsur membaik dan beberapa minggu kemudian dia mulai berbicara lagi. Sekembalinya dari rumah sakit, Tracey mulai melihat beberapa perubahan pada putranya.
Kai menjadi lebih agresif dibanding dulu, dan dia jadi terobsesi pada keju. Tracey segera melaporkan perilaku itu pada dokter dan dikatakan bahwa hal itu cukup normal.
(mdk/des)