LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Apakah Perlu Memakaikan Pelindung Telinga pada Bayi Ketika Berada di Tempat Bising?

Menurut dokter Hably Warganegara SpTHT-KL, tidak tepat bila suara bising bisa memengaruhi otak bayi. Melainkan, paparan suara bising terlalu lama bisa memengaruhi rumah siput sang buah hati.

2019-08-30 16:00:00
Kesehatan Bayi
Advertisement

Pendengaran terutama milik bayi merupakan hal yang perlu dilindungi dan dijaga baik-baik. Terkait melindungi telinga ini, sebagian orangtua memilih untuk memakaikan pelindung telinga atau earmuff pada bayi mereka ketika berada di tempat bising.

Istri dari pebulutangkis Marcus Fernaldi Gideon ketika membawa putra pertamanya Junior untuk menonton pertandingan Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu juga memakaikan earmuff.

"Saya pakein (earmuff) buat Junior buat mengurangi jumlah kebisingan di Istora karena untuk bayi sistem pendengarannya masih sensitif," kata Agnes dalam pesan singkat ke Liputan6.com.

Advertisement

Menurut dokter Hably Warganegara SpTHT-KL ada dua alasan orangtua memakaikan earmuff ke bayi. Pertama, orangtua harus menghadiri acara tapi tidak bisa meninggalkan anak di rumah. Sehingga mau tak mau, perlu membawa sang buah hati.

"Namun, orangtua itu tidak mau bayi terganggu tidurnya, jadi dipakaikan earmuff. Jadi kalau tidak pakai earmuff bayi akan terbangun," kata Hably dalam pesan teks ke Liputan6.com.

Alasan kedua yakni orangtua mencegah bayi terpapar kebisingan terlalu lama. Bila tidak pakai earmuff bisa terpapar bising dalam waktu lama apalagi bila volumenya tinggi.

Advertisement

Tidak tepat bila suara bising bisa memengaruhi otak bayi. Melainkan, paparan suara bising terlalu lama bisa memengaruhi rumah siput sang buah hati.

"Rumah siput adalah organ pendengaran yang bertugas menerima suara dan mengalirkannya melalui saraf pendengaran ke otak. Jad, kalau organ pendengarannya rusak (fungsi pendengaran menurun), menyebabkan bayi/anak tidak dapat menerima suara. Sehingga tidak berkembang," kata Hably.

Reporter: Eflien Anggelien
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
5 Tindakan yang Bisa Dilakukan untuk Atasi Diare pada Anak
Kenali Apa Itu Williams Syndrome, Penyakit Genetik Langka pada Anak-Anak
Amankah Jika Seorang Anak Hanya Mendapat Imunisasi yang Diwajibkan Pemerintah?
6 Pertanyaan Sederhana untuk Mendeteksi Kondisi Autisme pada Anak
Ini Cara untuk Yakinkan Orangtua yang Antivaksin

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.