Anak miskin lebih sering makan junk food dan minum soda?
Studi terbaru menunjukkan bahwa anak dari keluarga miskin lebih sering mengonsumsi junk food dan minuman bersoda.
Anak-anak dari keluarga miskin lebih sering mengonsumsi junk food dan minuman bersoda.
Studi ini dilakukan pada 1.800 anak berusia 4 sampai 5 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari setengah (54,5 persen) anak dengan keluarga miskin
lebih mungkin mengonsumsi junk food.
Mereka juga jarang minum susu dan lebih sering mengonsumsi jus instan. Masalahnya, minuman berpengawet memiliki asupan gula tinggi yang bisa mengakibatkan masalah obesitas.
Fenomena ini juga terkait dengan anak yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di depan TV atau bermain game komputer. Apa pun keadaan sosial mereka.
Profesor Kate Storey dari Universitas Alberta, Kanada, mengatakan: "Sebagian besar anak dalam penelitian ini biasa mengonsumsi minuman soda. Sungguh, itu sangat memprihatinkan," seperti dilansir Daily Mail, (23/8).
Menurut peneliti, masih banyak keluarga yang hidup di tempat yang tak layak. Akibatnya, mereka selalu memilih makanan tidak sehat.
Penelitian ini memang tidak dilakukan di Indonesia. Namun, ini bisa menjadi lampu kuning untuk para orang tua perihal makanan sehat untuk anak. Tempe, tahu, dan sayur bahkan lebih bergizi daripada junk food. Jadi, tak ada alasan untuk memberi anak makanan cepat saji dan minuman berpengawet.
(mdk/des)