Air di Dalam Pesawat Disebut Menjadi Sarang Bagi Banyak Bakteri
Penelitian dari Hunter College’s NYC Food Policy Center menemukan bahwa penyimpanan air di pesawat mengalami perawatan yang buruk. Hal ini berujung pada munculnya bakteri berbahaya pada kopi dan teh yang diberikan pramugari ketika di udara.
Minuman apa yang sebaiknya kamu pilih ketika sedang di pesawat? Walau kandungan gula sangat tinggi yang dimilikinya, sekaleng soda jauh lebih baik dibanding teh, kopi, atau bahkan air putih sekaligus.
Dilansir dari New York Post, penelitian dari Hunter College’s NYC Food Policy Center menemukan bahwa penyimpanan air di pesawat mengalami perawatan yang buruk. Hal ini berujung pada munculnya bakteri berbahaya pada kopi dan teh yang diberikan pramugari ketika di udara.
Survei ini dilakukan pada 11 maskapai di Amerika Serikat mengenai nilai nutrisi makanan in-flight mereka. Selain itu dicek juga prosedur mengenai penyimpanan air di pesawat.
"Ketika pesawat tiba, penyimpanan air tidak dikosongkan dan dibersihkan karena tidak ada waktu untuk melakukannya. Penyimpanan air ini terus-menerus diisi setelah digunakan. Akhirnya, kandungan di dalamnya tetap di dalam terus," jelas Charles Platkin, professor bidang nutrisi dan direktur eksekutif dari Food Policy Center.
Standard mengenai air minum yang diterapkan di Amerika Serikat ini tergantung dari pelaporan mandiri oleh industri yang hanya mensyaratkan penyimpanan air dibersihkan empat kali dalam setahun.
"Aturan ini dihadirkan karena terdapat sejumlah isu dengan sejumlah bakteri. Saya tak ingin menakuti semua orang, namun yang terdapat di dalamnya adalah kotoran. (Pada 2004), EPA melakukan tes pada sejumlah maskapai dan menemukan bahwa 15 persen positif mengandung bakteri e.coli," jelas Platkin.
Risiko tinggi dari perjalanan udara serta kebutuhan untuk persiapan dalam waktu yang cepat membuat Platkin ragu terhadap pembersihan penyimpanan air ini.
"Mereka (maskapai), menurut saya sama sekali tak membersihkan pesawat. Saya yakin bahwa sesuatu yang tersembunyi seperti penyimpanan air tidak menjadi prioritas utama," jelas Platkin.
Mereka yang takut terhadap E. coli serta patogen lain sebaiknya tidak mengonsumsi minuman yang diseduh di pesawat. Selain itu sebaiknya juga membawa disinfektan sendiri selama perjalanan dibanding mencuci tangan ketika di atas pesawat.
Baca juga:
Jangan malas mencuci botol minum anda, bisa menyebabkan penyakit!
Tampak bersih, benda-benda di kamar hotel ini ternyata sarang kuman
Ini alasan kuat mengapa Anda harus cuci tangan setelah pegang uang
Jangan pernah menyiram toilet dengan keadaan terbuka!
Banyak warga tak pakai WC, sungai di Sumsel tercemar bakteri e-coli
10 Makanan dengan kontaminasi bakteri paling tinggi, apa saja?
SKA 2015: 89 Persen sumber air di Yogyakarta tercemar bakteri E.coli