9 Mitos tidak benar tentang diabetes
Diabetes adalah penyakit yang menyerang lebih dari sepertiga populasi dunia. Yuk cari tahu mitos seputar penyakit ini!
Diabetes adalah penyakit yang menyerang lebih dari sepertiga populasi dunia. Gaya hidup modern saat ini juga dianggap faktor yang memicu berkembangnya jumlah penderita diabetes di dunia. Namun seiring dengan peningkatan jumlah penderita diabetes, mitos seputar diabetes pun mulai tumbuh di masyarakat. Ada informasi yang salah. Ada pula informasi yang benar. Berikut adalah beberapa mitos tentang diabetes yang perlu ditangkap, seperti dilansir Boldsky. Diabetes adalah penyakit yang disebabkan gaya hidup, bukan hanya karena konsumsi gula. Dan, bahkan jika Anda tidak suka makan makanan manis sekalipun, karbohidrat yang Anda makan akan dipecah menjadi glukosa dalam tubuh Anda. Diabetes tidak memiliki tahapan seperti kanker. Gula darah bisa tinggi, rendah atau normal. Jika Anda mengambil insulin dan mengontrol diabetes Anda, Anda dapat hidup sehat selama beberapa dekade. Karbohidrat adalah bahan bakar tubuh dan penderita diabetes tidak boleh menghilangkan asupan karbohidrat sepenuhnya dari menu hariannya. Anda hanya harus berolahraga dan mengonsumsi obat untuk diabetes. Cobalah untuk makan karbohidrat yang berserat bukan yang halus. Penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi karena itu dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Labu mungkin memiliki rasa yang manis tetapi tidak memiliki indeks glikemik tinggi. Bahkan, sayuran berwarna oranye itu juga bermanfaat untuk mengobati resistensi insulin. Penderita diabetes biasanya mendapatkan penyakit itu karena riwayat keturunan. Namun, penyakit ini umumnya dipicu gaya hidup tidak sehat. Jadi, siapa pun yang jarang berolahraga dan memiliki pola makan yang tidak sehat, berisiko tinggi terkena diabetes. Obesitas dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita diabetes. Namun, diabetes juga bisa membuat Anda kehilangan berat badan. Jadi berhati-hatilah, ketika Anda mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba. Anak-anak umumnya terkena diabetes tipe 1 yang merupakan cacat lahir. Namun, mengingat konsumsi junk food semakin meningkat pada anak-anak, seiring berjalannya waktu mereka juga akan mengembangkan diabetes tipe 2. Memang benar bahwa diabetes gestational hilang setelah kehamilan selesai. Namun, wanita yang menderita diabetes gestasional memiliki risiko tinggi mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari. Untuk mengontrol diabetes, Anda perlu mengubah pola diet dan gaya hidup. Mengambil insulin atau obat untuk diabetes tidak memberikan jaminan untuk Anda sehingga bisa makan atau melakukan apa pun yang Anda inginkan. Inilah sembilan mitos menarik seputar diabetes yang perlu diungkap. Ingat, tidak semua mitos tentang suatu penyakit benar. Cobalah cari referensi di buku-buku kesehatan untuk membuktikannya. Saya tidak suka makan manis jadi saya tidak berisiko terkena diabetes
Jika dokter memberikan saya insulin, diabetes saya mungkin sudah sampai tahap akhir
Saya penderita diabetes, jadi saya tidak perlu karbohidrat
Labu dan semua sayuran yang manis harus dihindari penderita diabetes
Tak seorang pun di keluarga saya memiliki diabetes, jadi saya aman
Saya tidak gemuk, jadi saya tidak berisiko diabetes
Anak-anak tidak berisiko terkena diabetes tipe 2
Gestational diabetes bersifat sementara sehingga bukan ancaman
Saya menggunakan insulin atau mengonsumsi obat diabetes, sehingga saya bisa makan apapun yang saya inginkan