7 alasan gangguan mulut tak patut diabaikan
Sakit gigi, sariawan dan juga gigi berlubang bisa tunjukkan gejala penyakit kronis. Ungkap di sini!
Baik itu sakit gigi, gigi berlubang atau bahkan sariawan seringkali dianggap remeh. Sebagian besar orang akan mengatasinya hanya dengan mengonsumsi obat untuk mengatasi gejala yang muncul dan sifatnya hanya sementara.
Sayangnya, gangguan kesehatan mulut tak hanya menunjukkan ada sesuatu yang tak beres dengan mulut atau gigi. Kondisi ini juga menjadi sinyal yang menunjukkan kehadiran beberapa penyakit kronis yang berbahaya.
Nah, agar kamu tak mengabaikannya lagi, berikut ini merupakan 7 alasan yang buat gangguan kesehatan mulut tak patut diabaikan seperti yang dilansir melalui thehealthsite.
Napas berbau
Memiliki napas dengan bau tak sedap bisa disebabkan oleh alasan yang sederhana seperti tidak membersihkan mulut dengan benar setelah makan.
Makanan yang terjebak disela-sela gigi akan menyebabkan pertumbuhan bakteri dan menghasilkan aroma yang tak sedap pada mulut.
Kebersihan mulut yang tak terjaga adalah penyebab paling umum dari bau mulut yang tak sedap. Namun, beberapa penyakit lain seperti diabetes, gagal ginjal, gagal hati, dan penyakit pernapasan juga memicu bau mulut yang tak sedap.
Mulut kering
Mulut kering dapat menjadi gejala umum yang menunjukkan beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit autoimun (seperti rheumatoid arthritis, parkinson dan alzheimer).
Selain itu, mulut kering dapat meningkatkan risiko infeksi jamur dan pembusukan gigi. Jadi, meskipun terlihat sepele, tetapi penanganan gangguan mulut kering dapat berefek negatif jika di abaikan.
Sakit gigi
Meskipun seringkali terlihat sembuh dengan sendirinya, tetapi sakit gigi dapat memperburuk kondisi mulut dan gigi serta mengganggu tidur malam yang nyenyak. Infeksi gigi atau rahang dapat adalah penyebab umum gigi menjadi sakit.
Tetapi, sakit gigi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah. Sakit gigi dapat menjadi sinyal adanya infeksi sinus, dan jika dibarengi dengan sakit rahang dapat menjadi sebuah peringatan ada bahaya serangan jantung yang mengintai. Sakit gigi yang disertai dengan linu pada wajah dapat menjadi gejala neuralgia trigeminal dan gangguan saraf
Plak gigi
Jarang menyikat gigi atau tak menyikat gigi dengan benar dapat memunculkan penumpukan plak di gigi. Plak gigi dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan penyakit gusi.
Bakteri dari gusi yang meradang akan bergerak melalui aliran darah dan menempel pada pembuluh darah. pada gilirannya ini akan menyebabkan penggumpalan dan pengerasan arteri. Kondisi ini mengancam kesehatan jantung.
Gusi berdarah
Kurangnya vitamin C dan vitamin K adalah penyebab umum pendarahan pada gusi yang diiringi diiringi dengan cara menyikat dan flossing gigi yang salah.
Metode yang salah dalam menyikat gigi dapat menyebabkan gusi menjadi memar. Beberapa penyakit seperti gangguan hormonal, idiopatik thrombocytopenic purpura (ITP), leukimia, dan hemofilia juga ditunjukkan dengan adanya gejala gusi berdarah.
Lidah berwarna putih
Lidah yang berwarna merah biasanya menunjukkan kondisi tubuh yang kekurangan vitamin B12. Sedangkan jika warna lidah kamu tampak kebiruan, ini menunjukkan bahwa kamu sedang diintai oleh penyakit pernapasan atau infeksi.
Jika lidah kamu berwarna putih tebal, ini menunjukkan adanya penyakit bakteri. Dan jika lidah kamu terasa sakit, maka ini menjadi tanda sariawan atau bahkan radang usus.
Gigi berlubang
Mungkin kamu tak menyadari bahwa tidak membersihkan mulut setelah makan atau mengonsumsi makanan yang menempel di gigi dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.
Tetapi, jika kamu merasa telah rajin membersihkan gigi dan masih mengalami gangguan tersebut, maka ini bisa menunjukkan adanya infeksi bakteri atau sistem kekebalan tubuh yang rendah. Jika tak segera diobati, ini bisa saja menyebabkan gigi sensitif dan penyakit gusi.
(mdk/SRA)