LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. RAMADAN

Ramadan ke-16, munculnya penilaian ulama tentang rokok dan puasa

Rokok menyebabkan keragu-raguan keabsahan puasanya. Sebab sisa rokok tersangkut di tenggorokan hingga terbit fajar

2015-07-03 08:09:00
Larangan Merokok
Advertisement

Ramadan ke-16 rokok mulai resmi diedarkan di negara Maroko, Afrika Utara. Dengan cepat rokok menyebar dan digandrungi masyrakat Maroko.

Dikutip dari kitab Al-Istiqsha, Imam Syihabuddin Ahmad bin Khalid An-Nashiri mengatakan,"Pada tahun 1001 Hijriah, tembakau dari Sudan ke hadapan Manshur. Hari masuknya ke Marakisy adalah hari yang disaksikan seluruh penduduk kota. Kemudian tembakau dibawa ke kota Fas pada 1007 Hijriah,"

Tembakau-tembakau itu dibawa oleh gajah-gajah yang dikirim dari Sudan. Saat itu tersebar propaganda bahwa rokok kaya akan manfaat.

Saat itu, ulama-ulama di Maroko sudah menggelar ijma atau konsensus dari komunitas muslim. Mereka mengatakan bahwa rokok dapat merusak syariat agama.

"Tanaman tembakau hukumnya haram karena termasuk perkara buruk yang diharamkan Allah SWT. Anda tidak akan mendapati mulut yang lebih busuk daripada mulut penghisap rokok. Juga bau mulut lebih busuk dari mulut orang menghirup asap tembakau,"pungkas An-Nashiri dikutip dari buku Peristiwa-Peristiwa di Bulan Ramadhan, Kamis (2/7).

Menurut Nashiri bau rokok tersebut seharusnya tidak terbawa saat beribadah kepada Allah. Apalagi bau tersebut meresap ke dalam napas para perokok.

Nashiri juga menyebut, rokok merusak kesehatan dan membuat akal para perokok seperti gila karena ketergantungan. Terlebih, Nashiri menilai rokok rentan membatalkan puasa.

"Kemudian menyebabkan keragu-raguan keabsahan puasanya. Sebab sisa rokok tersangkut di tenggorokan hingga terbit fajar dan waktu sesudahnya, karena sebagian orang tetap menghisapnya telah dekat waktu fajar dan sebagai penutup sahurnya," tutur Nashiri.

Nashiri menyimpulkan bahwa orang merokok adalah orang yang tak berakhlak dan tidak peduli terhadap kemurahan hati, kesopanan dan agama.


(mdk/rep)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.