Meninggal di usia 120 tahun, ini wasiat Sunan Gunung Jati
Pesan ini ditujukkan kepada umat Islam, khususnya masyarakat Cirebon.
Sunan Gunung Jati atau yang juga dikenal sebagai Syarif Hidayatullah tidak wafat tanpa pesan. Kepada umat muslim, khususnya pengikut dan masyarakat Cirebon, Sunan Gunung Jati memberikan pesan yang tak lain berbunyi "Insun titip tajuk lan fakir miskin".
"Bahasa Indonesianya saya titip masjid dan fakir miskin,"tegas juru kunci makam Gunung Jati, Jeneng HM Imron kepada merdeka.com, Cirebon, Rabu (13/5).
Ada makna yang dalam terkait pesan ini, baik secara sosial maupun secara spiritual. Menurut Imron, Sunan Gunung Jati ingin agar masyarakat Cirebon terus menghidupkan masjid sebagai tempat aktivitas dakwah, beribadah sekaligus tempat berdiskusi.
Sementara keturunannya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat pernah mengatakan bahwa amanat ini relevan dengan kehidupan beragama dan sosial umat Islam. Selain itu, melalui amanah itu Sunan Gunung Jati minta agar umat Islam menjaga moral dan pendidikan, serta meningkatkan perekonomian dan sosial kemasyarakatan.
Amanah ini tertulis dan dipampang jelas di masjid Sunan Gunung Jati, Cirebon. Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya di Keraton Kasepuhan dan terus menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun karena sakit. Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati.(mdk/rep)