LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. RAMADAN

Melirik Musaharati, tradisi bangun sahur Muslim Libanon

Tradisi musaharati ini sudah berlangsung kurang lebih 200 tahun lalu dibawa oleh Sultan Ottoman asal Turki.

2013-07-30 14:04:15
Safari Ramadan
Advertisement

Bangun sahur di tiap-tiap negara mempunyai kekhasan masing-masing. Di Indonesia, mungkin Anda terbiasa dengan bunyi kentongan yang ditabuh para peronda, atau juga Anda bisa terbangun mendengar panggilan sahur dari masjid setempat.

Berbeda Indonesia, berbeda pula Libanon. Bagaimana dengan melodi drum untuk bangun sahur? Ya, salah satu tradisi Ramadan muslim Libanon adalah dentuman drum Ramadan yang dikenal juga dengan musaharati.

Tradisi musaharati ini sudah berlangsung kurang lebih 200 tahun lalu dibawa oleh Sultan Ottoman asal Turki yang kala itu menduduki Tripoli, Libanon. Menjelang sahur, para musaharati harus keliling sambil bermain drum Ramadan untuk membangunkan muslimin dan siap-siap untuk sahur.

Bentuknya lebih menyerupai gendang atau juga rebana, musaharati mengitari kota Tripoli sambil menyanyikan lagu-lagu Islam dengan syair nan indah. Para musaharati ini memang hanya bekerja selama bulan Ramadan saja, namun bagi mereka pekerjaan tersebut bukanlah ‘pekerjaan’ melainkan lebih ke pelestarian sebuah warisan.

"Kami melakukan ini karena ini adalah warisan kami, bukan sebagai sebuah profesi. Ini semacam ibadah, karena kami dibayar untuk melakukan hal yang berhubungan dengan ibadah pada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Gaji yang kami dapatkan? Kami menganggapnya sebagai bonus untuk Idul Fitri," ucap Al Zahed, seorang musaharati di Tripoli, seperti dikutip dari reuters.com, Selasa (30/7).

Perkembangan teknologi tidak mengenyampingkan kegiatan musaharati ini. Menurut Al Zahed, Ramadan tidak akan lengkap tanpa tradisi bangun sahur mereka. Al Zahed juga menambahkan jika musaharati sudah menjadi bagian hidup dari dirinya dan rekan-rekan lain. Mereka sudah terkenal sebagai Sang Musaharati.

Walaupun musaharati ini sangat bermakna bagi umat Muslimin, terlebih lagi warga Libanon, dukungan baik dari pemerintah kota atau tokoh politik masih sangat minim. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat musaharati untuk menggelar konser dadakan di sudut jalan kota atau juga di depan rumah warga.(mdk/bai)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.