LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. RAMADAN

Cerita Kalijaga kutuk santrinya malas salat Jumat jadi kera

Monyet yang berjumlah puluhan ini juga dianggap istimewa karena dinilai bisa memprediksi situasi negara.

2015-06-26 10:30:00
Wali Songo
Advertisement

Para Wali Songo dianugerahi karomah atau kesaktian untuk mempermudah dakwah mereka, tak terkecuali Sunan Kalijaga. Menurut cerita dari Raden Edi, seorang yang mengaku sebagai keturunan Sunan Kalijaga ke-17, mengatakan Sunan Kalijaga banyak menghabiskan waktu berdakwah di daerah Kalijaga, Cirebon. Oleh karena itu, Sunan Kalijaga atau Raden Said pun diberi gelar sesuai tempat tersebut.

Dia mendirikan pesantren di sana, namun Sunan Kalijaga tidak melulu mempunyai murid yang nurut pada dia. Dari penuturan Raden Edi, Sunan Kalijaga pernah menyuruh para santrinya untuk segera bersiap-siap menunaikan salat Zuhur.

Namun santri-santri yang bandel itu masih saja asyik bermain air di sungai. "Sampai salat selesai, sunan tengok ke sungai sunan enggak mengeluarkan kata-kata cuma bilang dalam hati, santri saya sifatnya kayak binatang. Mereka keluar dari sungai langsung keluar ekor," cerita Raden Edi yang juga juru kunci di makam yang dipercaya sebagai makam Sunan Kalijaga kepada merdeka.com, Kalijaga, Kamis (14/5).

Para santri yang sudah menjadi kera itu meminta maaf namun keadaan mereka tidak berubah. Kini para kera yang diyakini jumlahnya tidak bertambah ini, hidup di sekitar pertapaan Sunan Kalijaga.

"Ada tiga kelompok monyet. Nah sekarang ada dua kelompok si bule dan biasa. Masing-masing enggak bisa ngelewatin wilayahnya," tambah dia lagi.

Suatu kali monyet keramat ini pernah menyerang manusia. Saat itu tidak ada yang berani mengusik monyet tersebut. "Anaknya dikejar sampai digigit pantatnya ngelapor ke tentara, sudah saya kasih saran tapi katanya membahayakan tapi jangan menyalahkan saya akhirnya ditembak, meninggal besoknya tentaranya," ucap Raden Edi.

Monyet yang berjumlah puluhan ini juga dianggap istimewa karena dinilai bisa memprediksi situasi negara. "Kalau negara lagi gunjang ganjing. monyet berkelahi terus bisa buat tanda seperti kalau ada pergantian pemerintahan," tutur dia.(mdk/rep)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.