Yorrys prediksi sebelum 20 Oktober Novanto lengser dari ketum Golkar
Yorrys prediksi sebelum 20 Oktober Novanto sudah lengser. Dia mengatakan Novanto harus dinonaktifkan karena harus fokus dengan kasus hukumnya. Selain itu, alasan lainnya adalah demi kesehatan Novanto.
Ketua Koorbid Polhukam DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai memprediksi tanggal 20 Oktober 2017 akan ada kepengurusan Partai Golkar yang baru. Hal itu setelah hasil rapat pleno yang menyatakan Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto harus mundur dan tunjuk pelaksana tugas.
"Kami prediksi sebelum 20 Oktober Golkar sudah harus lahir pengurus baru," kata Yorrys di Puang Ocha, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (27/9).
Dia mengatakan Novanto harus dinonaktifkan karena harus fokus dengan kasus hukumnya. Selain itu, alasan lainnya adalah demi kesehatan Novanto.
"Rekomendasi politik kita meminta kepada Ketua Umum umum untuk dinonaktifkan. Dengan alasan dua, pertama, beliau mesti fokus untuk menyelesaikan kasus hukum, kedua karena kesehatan beliau. karena ini kan roda organisasi harus berjalan terus," ungkapnya.
Sebelumnya, Tim Kajian Elektabilitas diketuai oleh Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai. Yorrys bekerja sama dengan Koordinator Bidang Kajian Strategis dan Sumber Daya Manusia Partai Golkar Letnan Jenderal (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus.
Tim Kajian Elektabilitas memaparkan hasil survei tentang elektabilitas Partai Golkar yang menurun. Elektabilitas partai menurun karena citra partai yang buruk. Hasil kajian lalu memunculkan sejumlah rekomendasi salah satunya meminta Setya Novanto mundur dari jabatannya.
Baca juga:
Politisi Golkar: Jalan terbaik Setnov mundur, kalau tidak dimundurkan
Golkar sudah bujuk Setnov agar mundur, tapi ditolak
Bela Setnov, Wasekjen Golkar sebut jangan sampai sudah jatuh tertimpa tangga
Temuan Tim Pengkajian: Elektabilitas Golkar merosot juga karena Ahok
Agung Laksono bantah hasil pleno DPP Golkar minta Setnov mundur dari ketum