LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

WNI di Belanda Tempuh Ratusan Kilometer Demi Pencoblosan Pemilu 2019

Karina harus menempuh jarak sejauh 107,5 kilometer dari rumahnya di Kota s-Hertogenbosch ke TPS di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH) menggunakan kereta selama dua jam.

2019-04-13 13:00:24
Pilpres 2019
Advertisement

Pianis dan penulis Indonesia yang tinggal di Belanda, Karina Andjani (28) harus menempuh ratusan kilometer dari rumahnya ke satu-satunya tempat pemungutan suara (TPS) di Den Haag untuk mengikuti pemilihan umum (pemilu) presiden dan anggota legislatif pada 13 April 2019.

Karina harus menempuh jarak sejauh 107,5 kilometer dari rumahnya di Kota s-Hertogenbosch ke TPS di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH) menggunakan kereta selama dua jam.

"Di Belanda jarak ratusan kilometer dapat dijangkau dalam hitungan jam menggunakan kereta. Mungkin di sini berbeda dengan kondisi di Indonesia atau di Amerika Serikat, karena di dua negara itu banyak orang masih berpindah memakai mobil," kata Karina, penulis buku filsafat 'Apa Itu Musik?' seperti dilansir Antara, Jumat (12/4).

Advertisement

Sepengetahuan Karina, banyak WNI di Belanda yang memilih langsung ke Den Haag karena tidak mendapat kiriman surat suara melalui pos.

Karina pun mencari tahu sendiri cara memilih di luar negeri dari informasi yang tersedia di internet. Menurut dia, panitia pemilihan luar negeri (PPLN) di Den Haag kurang aktif meneruskan informasi mengenai pemilu kepada WNI di Belanda.

"Saya dan suami daftar sendiri, cari informasi sendiri, karena pemilu jadi salah satu pengingat bahwa kami adalah warga negara Indonesia yang punya kewajiban untuk memilih presiden serta anggota dewan," terang Karina.

Advertisement

Pemilihan umum di Belanda dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mencoblos langsung di TPS di Den Haag, dan mengirim surat suara via pos ke PPLN setempat.

Untuk mencoblos langsung, pemilih disarankan membawa salah satu kartu identitas berupa paspor, surat tugas laksana paspor (SPLP), atau kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Selain tiga dokumen itu, pemilih juga dapat membawa formulir C6 atau surat suara dan formulir A5 atau dokumen yang menyatakan pindah lokasi pemilihan.

Saat pemilihan pada 13 April, PPLN Den Haag menyediakan layanan penjemputan bus di depan gedung Kementerian Keuangan Belanda di Prinsessegracht, Den Haag, yang berlokasi sekitar 500 meter dari stasiun kereta Den Haag Centraal.

Bus mulai beroperasi pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat (perbedaan waktu lima jam lebih lambat dari Waktu Indonesia Barat).

Baca juga:
Cerita WNI di Arab Saudi Saat Nyoblos di KBRI Riyadh: Ramai dan Bersemangat Sekali
Cerita WNI di Belanda, Surat Suara Sudah Dicoblos Kembali ke Pemilih
Usai Nyoblos di KBRI Dhaka, WNI Santap Bakso Pengobat Rindu
67 WNI di Jerman Resah Belum Terima Surat Suara Pemilu
Persiapan Massa Pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin Ikuti Kampanye Akbar di GBK

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.