LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Wiranto soal Dipo: Harusnya ada komunikasi lebih etis

Ucapan pedas Dipo Alam menyulut reaksi beragam dari pengguna Twitter di Indonesia.

2013-05-25 13:39:41
Presiden SBY
Advertisement

Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto memberikan tanggapan atas kicauan berbau SARA yang ditulis Sekretaris Kabinet Dipo Alam . Ucapan pedas Dipo menyulut reaksi beragam dari pengguna Twitter di Indonesia.

"Sebetulnya, ada pernyataan, ada protes, sebetulnya tidak perlu disampaikan lewat media," kata Wiranto dalam Silaturahmi Kebangsaan Peringatan 10 Tahun Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (25/5).

Dia menilai, masalah penolakan atas penghargaan yang akan diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) selama ada komunikasi timbal balik. Cara itu justru lebih efektif ketimbang cuap-cuap di media sosial.

"Kan bisa diselesaikan dengan satu komunikasi timbal balik yang lebih etis yang lebih terbuka lebih jujur ketimbang kita lanjutkan untuk serang menyerang lewat media," tandasnya.

Dengan cara itu, lanjur Wiranto , timbul semangat kebersamaan yang dapat mencairkan dendam dan kebencian. Namun, kondisi tersebut tak akan terlaksana jika tidak dipelopori sendiri oleh SBY selaku pemimpin bangsa.

"Pemimpin yang merencanakan dan pemimpin lah yang kemudian mengembangkan, mengajak, mendorong, semua komponen bangsa untuk masuk ke dalam silaturahmi yang dapat mencairkan dendam itu tadi," lanjutnya.

Sentimen Islam dan non-Islam itu bermula dari kicauan Dipo di Twitter. Di media sosial itu, Dipo membela SBY atas kritik Franz Magnis-Suseno, pastor yang juga Guru Besar Filsafat STF Driyarkara.

Dalam suratnya kepada The Appeal of Conscience Foundation, lembaga di AS pemberi penghargaan untuk SBY, Franz Magnis memang mengkritik kepemimpinan SBY yang dinilainya abai terhadap kekerasan terhadap kaum minoritas Ahmadiyah dan Syiah.

"Konflik intra Islam sudah ada sejak dulu, tidak perlu dibesarkan isu minoritas ditindas mayoritas. Yang kita tentang adalah tindak kekerasan," kata Dipo membela SBY lewat akun Twitter-nya, @dipoalam49.

Nah, dalam kicauan selanjutnya barulah Dipo mulai menyinggung latar belakang Franz Magnis yang non-muslim.

"Masalah khilafiyah antar umat Islam di Indonesia begitu banyak, jangan dibesarkan oleh yang non-muslim seolah simpati minoritas diabaikan," kicau Dipo.

Tak cukup di situ, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ini juga berkicau, "Umaro, ulama dan umat Islam di Indonesia secara umum sudah baik, mari liat ke depan, tidak baik pimpinannya dicerca oleh yang non-muslim FMS."(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.