LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Wasekjen sebut Golkar tunggu sikap negarawan Setnov buat mundur

Wasekjen Partai Golkar Dave Laksono mengatakan pihaknya memberikan satu kesempatan bagi Setya Novanto untuk membela diri lewat jalur praperadilan atas kasus korupsi e-KTP. Dave menegaskan, jika praperadilan ditolak maka Setnov akan langsung diberhentikan dari posisi Ketua DPR.

2017-11-24 20:29:00
Partai Golkar
Advertisement

Wasekjen Partai Golkar Dave Laksono mengatakan pihaknya memberikan satu kesempatan bagi Setya Novanto untuk membela diri lewat jalur praperadilan atas kasus korupsi e-KTP. Dave menegaskan, jika praperadilan ditolak maka Setnov akan langsung diberhentikan dari posisi Ketua DPR.

"Kalau praperadilannya itu ditolak, nah otomatis akan diberhentikan," kata Dave dalam diskusi dengan tema 'Siapa Pantas Mengisi Kursi Ketua DPR' di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).

Oleh karena itu, kata Dave, Golkar menunggu sikap kenegarawanan dari Setnov untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR maupun Ketum Golkar jika nantinya kalah di praperadilan.

"Kita yakini Pak Nov memiliki jiwa negarawan yang besar dan dia tahu apa yang harus diperbuat bukan hanya untuk kepentingan elite. Apalagi kepentingan pribadinya akan tetapi untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Jika Setnov urung mengundurkan diri meski kalah praperadilan, lanjut Dave, Golkar akan memberhentikan dari posisi Ketum dan Ketua DPR. Golkar akan membuat munaslub untuk menentukan calon Ketum dan Ketua DPR pengganti Setnov.

"Bila tidak mengundurkan diri akan diberhentikan oleh DPP Golkar dan di situ akan ditentukan akan membuat munas menentukan ketum dan juga kita akan menentukan siapa yang akan mengganti beliau di DPR," tukasnya.

Diketahui, Setnov terus berupaya agar posisinya sebagai Ketua DPR dan Ketum Golkar tidak hilang. Salah satunya dengan mengirimkan 'surat sakti' dari balik tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat yang ditulis pada Selasa (22/11) itu meminta agar dirinya tak disidang oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk melengserkannya sebagai Ketua DPR dan mencopotnya sebagai anggota DPR.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.