Wasekjen Golkar sebut kekuatan kader kompak bila Jokowi gandeng Airlangga
Wasekjen Golkar sebut kekuatan kader kompak bila Jokowi gandeng Airlangga. Dia melanjutkan, kader Golkar adalah kader tradisional dan rasional yang bersatu ketika panji-panjinya dihargai. Selain itu, kader akan bersatu melawan apabila tidak dihargai.
Wasekjen DPP Partai Golkar Samsul Hidayat mengatakan Presiden Joko Widodo harus menghitung kekuatan partai beringin itu. Apalagi, kata dia, Golkar merupakan yang paling pertama mengusung Jokowi pada 2015 untuk menjadi Capres di 2019.
"Jokowi harus berhitung ekstra dengan kekuatan Golkar, selama 4 tahun Golkar setia bersama memperjuangkan kepentingan Jokowi dan perlu diingat Partai Golkar yang paling pertama pada tahun 2015 mengusung Jokowi sebagai Capres 2019," kata Samsul, Selasa (7/8).
Dia melanjutkan, kader Golkar adalah kader tradisional dan rasional yang bersatu ketika panji-panjinya dihargai. Selain itu, kader akan bersatu melawan apabila tidak dihargai.
"Jokowi bisa mengikat elite Golkar tetapi ingat, Jokowi tidak akan mampu menjadikan kader Golkar ada diboncengannya," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, kekuatan Golkar akan kompak apabila Jokowi mengusung Airlangga Hartarto sebagai Cawapres.
"Sangat disayangkan apabila Jokowi mengambil pasangan lain maka dapat dipastikan suara akar rumput Golkar akan lari dan lebih fokus kepada pemenangan Pileg," ucapnya.
Baca juga:
Wasekjen PKB: Hitungan bumi dan langit para kiai, Cak Imin bawa kemenangan Jokowi
Relawan: Siapapun Cawapres yang dipilih Jokowi kami terima lapang dada
Pramono Anung beri sinyal satu partai akan gabung kubu Jokowi
Golkar bekerja optimal jika Jokowi pilih Airlangga jadi Cawapres
Kiai NU rekomendasikan Cak Imin Cawapres Jokowi, PKB tunggu sikap Jokowi
Golkar yakin Cak Imin tetap komitmen menyerahkan cawapres kepada Jokowi