Warga Semanggi Curhat ke Gibran, Setahun Bikin KIS Belum Jadi
Seperti yang disampaikan Wahyuni, salah satu warga setempat. Ia mengeluhkan lambatnya proses pengajuan KIS (Kartu Indonesia Sehat). Menurutnya, proses pembuatan KIS sudah berlangsung selama setahun, namun belum kunjung jadi.
Calon Wali Kota Solo nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka (33) terus memanfaatkan masa kampanye untuk menggalang dukungan warga. Kali ini, pasangan Teguh Prakosa itu menyambangi RT 4-6, RW 05, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon.
Seperti biasa, putra sulung Presiden Joko Widodo itu hanya menggunakan virtual box campaign untuk menyapa warga. Blusukan online tersebut terus dilakukan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. Kendati tak bisa bertatap muka langsung, Gibran tetap bisa menyerap aspirasi masyarakat.
Seperti yang disampaikan Wahyuni, salah satu warga setempat. Ia mengeluhkan lambatnya proses pengajuan KIS (Kartu Indonesia Sehat). Menurutnya, proses pembuatan KIS sudah berlangsung selama setahun, namun belum kunjung jadi.
Mendengar keluhan tersebut, Gibran pun meminta data sesuai KTP beserta nomor handphone agar bisa dibantu tindak lanjuti. “Kita catat ya Bu, kita data dulu. Saya minta nomor handphonenya. Nanti kita bantu,” ujar Gibran.
Keluhan Wahyuni juga dirasakan warga lainnya, Hendri. Dirinya turut menyampaikan harapan mengenai program KIS agar dapat terus berlanjut dan segera bisa dipergunakan di RS Bung Karno, Semanggi.
"Nggih, Ini sedang diupayakan, lagi proses. Mohon bersabar dulu. Usulannya kami tampung," terang Gibran.
Ketua RW 05, Suwito kepada Gibran menyampaikan perlunya pavingisasi di kampung Comal. Di tempat tersebut terdapat 15 unit rumah warga tidak layak huni. Ia berharap mendapat bantuan bedah rumah. Ia juga juga melaporkan kondisi selokan di perkampungan yang sering mampet.
Tokoh agama setempat, Ustaz Ashari menyampaikan kondisi air ledeng yang sering berubah warna menjadi kuning. Ashari juga meminta bantuan untuk perluasan lingkup masjid,
“Nanti akan dipergunakan untuk TPA Masjid Ashada Fathimah, Mas. Mohon dukungannya, karena kemampuan masjid masih kurang, jadi belum lunas," tuturnya.
Sebelum blusukan online itu berakhir, sejumlah warga menyampaikan harapannya. Mereka ingin nantinya akan ada rumah dengan angsuran ringan yang tidak memberatkan masyarakat bawah.
(mdk/ray)